Ini Alasan Menag Atur Majelis Taklim

Menteri Agama Fachrul Razi
Sumber :
  • ANTARA FOTO

VIVA – Kementerian Agama belum lama ini mengeluarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 29 tahun 2019 tentang Majelis Taklim. Aturan yang diundangkan 13 November 2019 ini pada intinya mengatur, agar majelis taklim yang ada di Indonesia ini terdaftar di Kementerian Agama.

img_title Majelis Taklim Ambruk di Bogor Biasa Tampung 30 Jamaah Membludak hingga 200 Orang saat Maulid

PMA Majelis Taklim terdiri dari enam Bab dengan 22 pasal. Regulasi ini antara lain mengatur tugas dan tujuan majelis taklim, pendaftaran, penyelenggaraan yang mencakup pengurus, ustaz, jemaah, tempat, dan sumber materi ajar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Majelis taklim yang dimaksud dalam PMA, mesti terdaftar dan melaporkan susunan kepengurusan dan jemaahnya kepada Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, dengan melampirkan identitas pengurus dan jemaah, seperti foto copi KTP.

img_title Korban Tewas Bangunan Majelis Taklim Ambruk di Bogor Bertambah Jadi 4 Orang

Regulasi ini juga mengatur masalah pembinaan dan pendanaan. Pasal 20 mengatur, pendanaan penyelenggaraan majelis taklim dapat bersumber dari pemerintah, pemerintah daerah, serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Disinggung soal munculnya aturan majelis taklim ini, Menteri Agama, Fachrul Razi memastikan aturan bukan ditujukan untuk memata-matai majelis taklim, sebagai upaya pencegahan terhadap paham radikalisme.

img_title Wali Kota Medan Ajak Ibu-ibu Majelis Taklim Berperan Membangun Daerah

Ia mengklaim, pendataan majelis taklim agar memudahkan Kemenag dalam memberikan bantuan.

"Supaya kita bisa kasih bantuan ke majelis taklim. Kalau tidak ada dasarnya, nanti kita tidak bisa kasih bantuan. Tujuannya positif sekali," kata Menag Fachrul dalam keteranganya, Jumat 29 November 2019. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, dalam satu pasal, yakni Pasal 19, majelis taklim yang terdaftar di Kemenag nantinya akan melaporkan kegiatan setiap tahunnya ke KUA kecamatan. Laporan meliputi kegiatan majelis taklim, tempat dan waktu kegiatan serta rencana sumber dana.

Pembinaan majelis taklim ini, nantinya berada di bawah Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kepala Kantor Wilayah Kemenag dan Kepala KUA. (asp)

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengunjungi korban majelis taklim ambruk di Bogor

Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Perawatan Korban Majelis Taklim Ambruk di Bogor

KDM memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis yang layak. Biaya perawatan para korban akan sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut