Suciwati Ragu Jokowi Bisa Ungkap Pembunuhan Munir

Suciwati (berjaket biru), istri dari almarhum Munir Said Thalib, aktivis HAM yang dibunuh pada 12 tahun lalu
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nuvola Gloria

VIVA.co.id – Istri mendiang aktivis Munir Said Thalib, Suciwati, meragukan kasus pembunuhan suaminya bakal bisa terungkap di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Rachland Nashidik: Omong Kosong Laporan TPF Munir Hilang

Karena, menurut Suciwati, selama menjabat Presiden RI, Jokowi tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelidiki kasus kematian Munir. Apalagi diketahui  dokumen Tim Pencari Fakta sudah diberikan kepada pemerintah. 

"Saya bilang pemerintahan ini tidak punya jiwa dalam penegakan hukum. Saya pikir dalam penindakan hukum dan HAM, Jokowi nol," kata Suciwati di kantor KontraS, Jalan Kramat II, Jakarta Pusat, Rabu 16 Agustus 2017.

17 Tahun Kematian Munir, KASUM Desak Jokowi Jangan Diam

Menurut Suciwati, keraguannya itu mulai muncul setelah dokumen yang disusun TPF dari Komisi Informasi Pusat, justru dimentahkan pemerintah dalam banding ke PTUN Jakarta. 

Putusan PTUN mengabulkan gugatan pemerintah dan kemudian kandas kembali saat pengajuan kasasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) di Mahkamah Agung.  

Komnas HAM Didesak Tetapkan Kasus Munir Pelanggaran HAM Berat

"PTUN dan MA malah menguatkan imunitas. Bukannya dibuka malah menguatkan penjahatnya," kata dia. 

Karena masalah ini, Suciwati mengatakan, Jokowi sudah tak pantas maju untuk maju lagi mencalonkan diri sebagai Presiden RI,

Jokowi, kata dia, telah memanfaatkan isu penyelesaian kasus HAM saat dirinya maju dalam Pilpres 2014. Sehingga, janji dia sewaktu kampanye waktu dulu hanya dianggap sebagai komoditas politik saja. "Ah enggak lah. Tiga tahun saja dia gagal. Mau pilih lagi ogah," ujarnya. 
 

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI

Kenang Munir, 7 September Diusulkan Jadi Hari Pembela HAM

Usulan Hari Pembela HAM Nasional pada 7 September bertepatan dengan hari kematian aktivis HAM, Munir.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2021