Mantan KSAU Bungkam Saat Diperiksa KPK

Mantan KSAU, Marsekal (Purn) Agus Supriatna, usai diperiksa KPK.
Sumber :
  • VIVA/Syaefullah

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal (Purnawirawan) Agus Supriatna, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan helikopter angkut AW-101 di TNI AU tahun 2016-2017. 

img_title Naik Pangkat! Ini Daftar 18 Pati TNI AU yang Dapat Promosi di Awal Juli 2025

Namun, ketika dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Diratama Jaya Mandiri, Irfan Kurnia Saleh, Agus enggan memberikan penjelasan perihal kasus senilai Rp514 miliar tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena menurut saksi, saat peristiwa terjadi, ia masih menjabat sebagai KSAU atau prajurit TNI aktif. Sehingga, ada hal-hal yang bersifat rahasia yang tidak bisa disampaikan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta Selatan, Rabu 3 Januari 2018.

img_title KSAU Pimpin Sertijab 3 Jabatan Penting di Lingkungan TNI AU

KPK akan mencatat hal itu dalam berita acara, dan berikutnya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan POM TNI terkait masalah dugaan korupsi pembelian pesawat helikopter itu.

Karena, dalam penanganan perkara ini ada dua wilayah hukum, yaitu UU Tindak Pidana Korupsi dan juga ada aturan hukum militer. 

img_title 7 Perwira TNI Pecah Bintang dari Kolonel Jadi Marsekal Pertama

"Kami percaya, komitmen panglima TNI masih sama kuatnya dalam pengusutan dugaan korupsi di pengadaan heli AW-101," ujarnya.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Direktur Utama PT Diratama Jaya Mandiri, Irfan Kurnia Saleh sebagai tersangka. Ia diduga melakukan kontrak langsung dengan produsen heli AW-101.

Namun, pada Februari 2016, setelah meneken kontrak dengan TNI AU, PT Diratama Jaya Mandiri menaikkan nilai jualnya menjadi Rp738 miliar. Saat perjanjian kontrak itu berjalan, Agus masih menjabat sebagai KSAU.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Puspom TNI sudah menetapkan Wakil Gubernur Akademi Angkatan Udara, Marsekal Pertama Fachri Adamy sebagai tersangka, dalam kapasitasnya sebagai pejabat pembuat komitmen atau kepala staf Pengadaan TNI AU 2016-2017.

Tersangka lainnya adalah Letnan Kolonel TNI AU (Adm) berinisial WW selaku pejabat Pemegang Kas, Pembantu Letnan Dua berinisial SS selaku staf Pekas, Kolonel FTS selaku kepala Unit Layanan Pengadaan dan Marsekal Muda TNI SB selaku asisten perencana kepala staf Angkatan Udara.

KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono (kanan) terbangkan pesawat angkut A400M

Momen Langka! KSAU Terbangkan Langsung Pesawat A400M Baru TNI AU di Langit Sevilla

KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono terbangkan langsung pesawat A400M di Spanyol untuk uji kelayakan sebelum resmi diterima TNI AU awal November 2025.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut