PPP Kritik Menteri Agama soal Permen Majelis Taklim

Menteri Agama Fachrul Razi (tengah) usai silaturahmi dengan ASN kantor Kementrian Agama Aceh, di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Minggu, 17 November 2019.
Sumber :
  • VIVAnews/Dani Randi

VIVA – Kebijakan Menteri Agama Fachrul Razi soal aturan majelis taklim menuai kontroversi. Fachrul menuai protes dan kritikan.

img_title Majelis Taklim Ambruk di Bogor Biasa Tampung 30 Jamaah Membludak hingga 200 Orang saat Maulid

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi mengatakan pihaknya sudah mengingatkan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid. Kata dia, dalam aturan majelis taklim itu minimal harus mendengarkan aspirasi dari masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Secara informal sudah kita lakukan. Sudah kami ingatkan supaya sebelum membuat peraturan minimal didengar dulu lah komunitas masyarakat yang menjadi sasaran itu didengarkan," kata Baidowi di kompleks parlemen, Jakarta, Senin 2 Desember 2019.

img_title Korban Tewas Bangunan Majelis Taklim Ambruk di Bogor Bertambah Jadi 4 Orang

Ia mencontohkan misalnya dalam mengatur majelis taklim terkait dengan ormas. Maka itu, mereka harus diajak diskusi lebih dulu dan dijelaskan konteksnya.

"Jangan dia tiba-tiba diatur, kan kaget semua. Tiba-tiba tanpa ngomong, ba-bi-bu langsung diatur," ujar Baidowi.

img_title Wali Kota Medan Ajak Ibu-ibu Majelis Taklim Berperan Membangun Daerah

Kemudian, ia juga mempertanyakan maksud peraturan menteri tersebut. Termasuk juga mempertanyakan soal bagaimana dengan majelis taklim yang tampil di televisi dan yang insidental.

"Kalau kayak di kampung itu ada tiap Minggu. Itu ada arisan RT di dalamnya ada ceramah-ceramah begitu. Tapi, dia kan enggak secara formal sebagai majelis taklim tapi fungsinya seperti itu. Itu apa juga dilarang," tuturnya.

Dia mengkritisi Fahcrul Razi yang kerap berbeda sikap. Misalnya seperti kebijakan surat perpanjangan Front Pembela Islam (FPI) yang ada perbedaan antara Fachrul dengan Mendagri Tito Karnavian.

"Bagaimana misalkan sikap kepada FPI gitu berbeda dengan Mendagri gitu. Untuk majelis taklim justru ketat seperti itu jadi perlu hati-hati lah, dan perlu dijelaskan kepada publik," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, ia meyakini Fachrul paham soal agama. Tapi, ia menduga eks Wakil Panglima TNI itu masih terbawa pengalaman latar belakang sebelumnya sebagai militer. Padahal, jabatan menteri merupakan jabatan sipil.

"Jadi, kalau militer boleh saja keluarkan surat, semua ikut. Tapi, kalau sipil kan tidak. Didialogkan dulu, dikomunikasikan dulu supaya tidak terjadi salah paham, pembelokan makna," sebutnya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengunjungi korban majelis taklim ambruk di Bogor

Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Perawatan Korban Majelis Taklim Ambruk di Bogor

KDM memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis yang layak. Biaya perawatan para korban akan sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut