Tabir Surya Bisa Merusak Terumbu Karang hingga Feminisasi Ikan Jantan

Ilustrasi sunscreen/sunblock/tabir surya.
Ilustrasi sunscreen/sunblock/tabir surya.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VIVA – Kerusakan terumbu karang disebabkan oleh beragam hal antara lain pencemaran sampah di laut, perubahan iklim global, dan zat kimia. Terlebih, terdapat dua zat kimia yang kerap digunakan oleh beberapa produk sunscreen yang ternyata bisa memicu kerusakan pada ekosistem laut itu.

Ketua Umum Komunitas Penyelam Profesional Perempuan Indonesia (KP3I) dan juga perwakilan dari Komunitas Female Divers, Mimi Amilia, menjelaskan bahwa saat ini, tingkat pencemaran laut akibat sampah dan kerusakan terumbu karang di Indonesia sudah mencapai titik krisis dan memprihatinkan. Selain disebabkan penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab dan pencemaran sampah di laut, perubahan iklim global yang memicu pengasaman dan pemanasan lautan juga semakin memperburuk kondisi terumbu karang.

"Sekitar 82 persen wilayah terumbu karang di Indonesia terancam rusak," kata dia dikutip dari siaran pers Nivea Sun, Selasa 10 Desember 2019.

Menurut survei yang dilakukan oleh para ilmuwan LIPI, saat ini hanya 6,5 persen terumbu karang di Indonesia yang kondisinya dapat dikatakan sangat bagus. Sedangkan 36 persennya, terumbu karang berada dalam kondisi yang buruk.

Salah satu pemicunya yang jarang dipahami masyarakat adalah pencemaran zat kimia yang berasal dari kosmetik. Berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Archives of Environmental Contamination and Toxicology di tahun 2015, zat kimia itu antara lain oxybenzone dan octinoxate yang memiliki berbagai dampak negatif bagi terumbu karang, seperti tingkat mortalitas pertumbuhan karang, pemutihan karang, serta kerusakan genetika terhadap karang dan organisme lain. 

"Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa pencemaran terumbu karang bisa juga diperburuk oleh kandungan zat kimia oxybenzone dan octinoxate, yang sering terdapat dalam produk sunscreen," ujar Brand Manager NIVEA Body, Sun and Crème, Firda Wanda.

Selain itu, kedua zat kimia tersebut berpotensi menyebabkan feminisasi ikan jantan. Bahkan, zat kimia berbahaya itu bisa meningkatkan penyakit reproduktif beragam jenis hewan laut, selain mengubah perilaku neurologis beragam jenis ikan.

Diketahui, aktivitas diving atau menyelam yang kian digemari kerap mengharuskan penggunaan tabir surya untuk menjaga kulit dari paparan sinar matahari. Maka dari itu, mari mulai bijak dalam mengenakan kosmetik agar tidak membahayakan keindahan laut, ya.