Awas, Gangguan Tidur Picu Penyakit Serius

Ilustrasi menguap/insomnia.
Sumber :
  • Freepik/yanalya

VIVA – Kesadaran masyarakat akan hidup sehat saat ini mulai tinggi. Mengingat angka penyakit tidak menular yang meningkat. Mereka pun mulai mengubah gaya hidup mereka, mulai dari makan makanan yang sehat hingga olahraga teratur.

Bisakah Insomnia Menyebabkan Diabetes? Ini Penjelasannya

Tetapi kunci untuk hidup sehat ternyata tidak hanya sebatas itu saja. Pola tidur juga memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Tidak sedikit orang yang sering mengalami gangguan tidur. Entah sulit tidur atau bahkan sudah banyak tidur, namun masih merasa mengantuk baik saat bangun maupun saat aktivitas siang.

Hati-hati Insomnia Bisa Picu Diabetes

Jika Anda sering merasa ngantuk di siang hari dan tidur berlebihan di malam hari, tandanya Anda menderita hipersomnia, alias kantuk dan tidur yang berlebihan.

"Masalah tidur bukan hanya insomnia, tapi juga hipersomnia. Bagi penderita tidur saat malam hingga pagi mungkin enak. Tapi ketika di pagi hari mereka bangun enggak bersemangat, mengantuk dan siang hari juga mengantuk berat," kata dr. Andreas Prasadja, RPSGT di Ayana Mid Plaza Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juli 2019.

Sering Insomnia? Coba 10 Lagu Korea yang Enak Didengar Buat Tidur

Dia melanjutkan, banyak penyebab insomnia dan hipersonia. Salah satunya adalah gangguan tidur atau sleep apnea yang merupakan kasus serius. Ini adalah kondisi di mana saat tidur seseorang berhenti bernapas sesekali, membuat mereka terbangun.

Selain itu, tanda lain dari sleep apnea adalah suara mendengkur atau mengorok yang keras dan kadang terbangun megap-megap.

"Ngorok kalau rekam itu oksigen turun, sehingga kerja jantung menjadi berat. Kesehatan jantung lebih bahaya dibanding kolesterol tinggi," jelas dia.

Selain itu, insomnia dan hipersonia juga bisa disebabkan oleh markolepsi, sleep syndrome dan masih banyak lagi. Dia melanjutkan, jika tidak ditangani dengan baik, maka gangguan tidur bisa berpengaruh pada kesehatan. Salah satunya adalah kegemukan.

Seseorang yang mengalami gangguan tidur dapat mengalami kegemukan, karena gangguan ini akan menggangu sistem metabolisme. Di mana otak akan mencari sesuatu zat yang asin, manis dan gurih.

Untuk itu, kata dia, penting untuk berkonsultasi jika mengalami gangguan tidur. Nantinya, dokter bisa mencari solusi untuk memperbaiki pola tidur dan menyembuhkan gangguan tidur Anda.

"Bukan masalah tidur, tetapi bagaimana (tidur) berfungsi. (Bangun tidur) segar apa malah bangun (tidur) enggak bersemangat, ngantuk," kata dia. (ldp)

Ilustrasi stres/sakit kepala/pusing.

Penyintas COVID-19 Rentan Alami Gangguan Tidur, Ini Alasannya

Kondisi yang dinamakan post-covid syndrome ternyata tak hanya menyerang fisik, tetapi juga mental penyintas COVID-19. Simak penjelasannya berikut ini.

img_title
VIVA.co.id
11 Januari 2022