Diduga Difteri, 33 Orang Dirawat di RSPI Sulianti Saroso

Pemeriksaan terhadap pasien yang diduga terkena virus Difteri.
Sumber :
  • ANTARA/Muhammad Adimaja

VIVA – Sebanyak 33 warga yang positif terkena wabah difetri dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F Moeloek, menjelaskan bahwa 33 warga ini bukan hanya dari Jakarta.

Miris, Lebih 200 Kota di Indonesia Risiko Tinggi Penularan Polio

"Tapi dari Depok, Tangerang, dan Bogor. 33 ini masih dalam pemeriksaan laboratorium tapi kita sudah mengobati sebagai penderita difteri, dan diisolasi," ungkap Nila, saat ditemui di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin, 11 Desember 2017.

Nila merinci, dari 33 yang dirawat di ruang isolasi, 22 di antaranya ialah anak-anak. Sedangkan 11 sisanya orang dewasa.

Seorang Anak yang Diduga Terserang Difteri di Lampung Barat Meninggal setelah Dirawat

"Kalau kita lihat anak berusia 1-4 tahun dilakukan surveilance anti body-nya rendah 60 persenan sedangkan anak yang lebih tua lebih tinggi, artinya selama 1-5 tahun ini terbukti, anak ini diimunisasi atau enggak, ternyata enggak. Tentu alasannya bisa dibuat-buat," kata dia.

Sebagai informasi, Kemenkes mencatat, dalam kurun waktu Januari hingga November 2017 ada 95 kabupaten dan kota dari 20 provinsi yang melaporkan kasus difteri. Secara keseluruhan terdapat 593 kasus, 32 di antaranya meninggal dunia.

Kabupaten Garut KLB Difteri, Ini Tanda Gejala dan Cara Pencegahannya

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Muhammad Subuh, mengungkapkan pada kurun waktu Oktober hingga November 2017, ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya KLB difteri, yakni Sumatera Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Ilustrasi bayi/anak/parenting.

Deret Penyakit Berbahaya bagi Bayi, IDAI: Difteri Itu Mematikan

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) soroti angka kematian bayi dan anak yang kondisinya masih terus meresahkan. Kasus kematian tercatat paling tinggi terjadi pada bayi.

img_title
VIVA.co.id
16 Agustus 2023