Empat Hukum Haji yang Harus Diketahui

Ribuan Jamaah Haji Lakukan Thawaf
Ribuan Jamaah Haji Lakukan Thawaf
Sumber :
  • Bahauddin Raja Baso/MCH2019

VIVA – Berhaji merupakan rukun Islam kelima. Dalam ketentuannya, ibadah haji harus dilaksanakan jika mampu. Para ulama sepanjang zaman pun sepakat ibadah haji hukumnya fardu ain bagi umat muslim yang telah memenuhi syarat wajib, yakni Islam, balig, berakal, merdeka, dan berkemampuan.

Minimal ibadah haji dilaksanakan sekali seumur hidup. Bila salah satu syarat wajib tidak terpenuhi, maka hukumnya tidak wajib.

Meski bersifat fardu ain, dalam ilmu fiqih yang terangkum pada Ensiklopedia Fikih Indonesia 6: Haji dan Umrah, Bab 3 tentang Hukum-hukum Haji, Ahmad Sarwat menjelaskan, ada empat hukum haji yang perlu diketahui umat Islam, yakni:

Wajib
Wajib di sini bukan hanya terbatas untuk yang berhaji pertama kali, tetapi juga karena adanya nazar, qadha atau karena murtad dan kembali lagi masuk Islam.

Seorang yang cukup syarat dan belum pernah berhaji sejak balig, maka dia wajib untuk pertama kalinya melaksanakan ibadah haji. Ulama mengistilahkan haji ini sebagai haji Islam. Maksudnya ibadah haji yang diwajibkan dalam rukun Islam.

Terkait nazar, seorang muslim yang telah berhaji, namun ia kemudian bernazar akan pergi haji jika doanya terkabul, maka wajib baginya melaksanakan kembali ibadah haji. Kendati haji kedua dan seterusnya bagi yang bersangkutan hukumnya sunah, namun jika sudah bernazar maka menjadi wajib baginya kembali melaksanakan rukun Islam kelima ini.

Sementara wajib dalam hal qadha dimaksudnya, jika seorang jemaah haji tidak melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah karena satu hal lain, maka diwajibkan mengulang kembali hajinya tahun berikutnya meski ia pernah berhaji sebelumnya.