SOROT 501

Babak Baru Terorisme 

Pengeboman di Gereja Pantekosta, Surabaya, Minggu (13/05). - AFP
Sumber :
  • bbc

Tapi Al Chaidar mengaku tak paham mengapa ada anak-anak dalam aksi di Surabaya. Ia mengaku sering melakukan penelitian tentang keluarga teroris. Menurutnya, biasanya rasa sayang orangtua kepada anak sangat besar sekali. "Bahkan mereka secara dunia itu betul-betul itu hidupnya untuk anak mereka, bahkan biasanya mereka itu saking protektifnya terhadap anak itu, anak mereka itu tidak boleh disekolahkan di tempat yang lain," ujarnya menambahkan.

img_title Remaja Tikam 2 Pendeta Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Terorisme

Aktivitas bersama keluarga itu sangat penting, ujar Al Chaidar, sehingga mereka itu lebih menginginkan banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya. Jadi setelah pulang sekolah itu biasanya anak-anaknya itu langsung diambil oleh orangtuanya. Dan biasanya mereka tak pernah marah pada anak-anaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pria yang banyak menulis buku mengenai terorisme ini mengakui, bahwa pelibatan perempuan dalam aksi teror sudah banyak terjadi di luar negeri. "Di Palestina malah sudah dilakukan sejak 1995-1996, kalau tak salah," tuturnya.

img_title Kemarin Gamblang, Kini Rusia Secara Resmi Salahkan Ukraina atas Serangan Terorisme di Moskow

Serangan bom yang dilakukan bersama oleh suami-istri juga sudah banyak dilakukan di Suriah. Tapi melibatkan anak bagi Al Chaidar, baru sekali ini ia dengar. "Kalau anak dipersiapkan atau dilatih untuk memegang senjata, menembak, itu sudah banyak. Tapi kalau untuk amaliyat itu belum ada. Kalau untuk idad (pelatihan) itu banyak, dan itu biasa lah. Tapi kalau untuk melakukan amaliyat saya rasa baru kali ini, dan itu sangat mengejutkan," ujarnya menjelaskan.

Ia bahkan mempertanyakan ayat dan hadist yang digunakan para pelaku untuk membawa serta anak-anak mereka. "Ayatnya apa, hadistnya apa? Itu tidak ketemu. Fatwanya pun, mungkin ada fatwa dari ulama, itu tidak ada fatwanya untuk anak-anak berjihad melakukan bom bunuh diri itu, tidak ketemu kita itu. Itu aneh sekali," ujarnya mempertanyakan. 

img_title Kremlin: Presiden Vladimir Putin Rasakan Kesedihan Mendalam Atas Aksi Terorisme di Moskow

Foto keluarga Dita Upriyanto saat penggerebekan rumah terduga teroris di kawasan Wonorejo Asri, Rungkut, Surabaya

Al Chaidar menengarai, ada beberapa hal yang menjadi alasan, mengapa kini anak-anak dilibatkan. Pertama, ia menduga ini adalah semacam pesan yang ingin disampaikan pada  Amerika, Israel, Rusia, dan negara-negara maju lainnya yang menyerang anak-anak di Afganistan, Suriah, Irak, Palestina dan lain sebagainya. Mereka ingin menyatakan kepada negara-negara maju itu bahwa anak-anak mereka bisa melakukan atau menuntut balas. Hanya saja, kejadiannya di Suriah, tapi menuntut balasnya di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut