SOROT 501

Babak Baru Terorisme 

Pengeboman di Gereja Pantekosta, Surabaya, Minggu (13/05). - AFP
Sumber :
  • bbc

Jaringan ISIS Menguat?

img_title Remaja Tikam 2 Pendeta Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Terorisme

Aksi teror yang beruntun dan menyasar polisi disikapi Tito dengan ketegasan. Di acara Indonesia Lawyers Club atau ILC tvOne, Tito dengan gamblang menceritakan bagaimana pergerakan jaringan terorisme di Indonesia makin menguat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tito mengatakan, pada 2010 ada tiga jaringan besar, yaitu Jamaah Islamiyah, Taufiq wal Jihad, dan NII ring Banten. Tapi ketika para pentolan kelompok ini di penjara di LP Cipinang, mereka saling berkoordinasi. Ketika tahun 2014 ISIS mendeklarasikan berdirinya Khilafah, maka mereka di sini mendeklarasikan berdirinya Jamaah Anshorut Tauhid, dan akhirnya menjadi Jamaah Anshorut Daulah. Tito mengatakan, hal paling berbahaya dari kelompok ini adalah berkembangnya ideologi 'takfiri,' atau mudah mengkafirkan.

img_title Kemarin Gamblang, Kini Rusia Secara Resmi Salahkan Ukraina atas Serangan Terorisme di Moskow

"Suriah lalu dideklarasikan sebagai daulah. sedangkan Indonesia dianggap masih wilayah perang. Itu sebabnya banyak warga Indonesia yang berangkat ke Suriah. Mereka ingin tinggal di sana," ujar Tito.

Ketika ISIS Internasional berhasil ditekan oleh kekuatan-kekuatan besar, termasuk pemerintah Suriah, juga Barat dan Rusia, serta kota-kota di Irak berhasil direbut kembali. Kekuatan ISIS di Suriah dan Irak mulai goyah, maka Baghdadi memberikan instruksi kepada jaringan mereka di seluruh dunia untuk melancarkan serangan besar untuk mengalihkan perhatian. Di Indonesia JAT yang berubah jadi JAD juga bagian yang mendapat instruksi itu.

img_title Kremlin: Presiden Vladimir Putin Rasakan Kesedihan Mendalam Atas Aksi Terorisme di Moskow

"Jadi ketika ada kasus Brimob, kami langsung sadar, ini tak sekedar masalah makanan," ujar Tito. Kekhawatiran Tito terbukti. Anggota mereka berdatangan ke Mako Brimob. Dua ditembak mati, beberapa ditahan, termasuk dua perempuan, ada juga yang dicegat di jalan.

Selain itu, Kepolisian juga mewaspadai gelombang kembalinya warga Indonesia dari Suriah. Setelah sadar di Suriah tak mendapat apa-apa, dan kemudian ISIS goyah, sebagian di antara mereka memilih kembali dengan sadar ke Indonesia. Sebagian lainnya kembali karena dideportasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelaku penyerangan aksi terorisme di Mapolda Riau

Bagi Kepolisian, ujar Tito, mereka yang kembali dari Suriah tak bisa diperlakukan sama seperti warga biasa. Sebab, meski di antara mereka ada yang kembali karena kecewa, tapi ideologi mereka sudah terbentuk. "Pemahaman mereka adalah pemahaman takfiri, dan itu adalah ancaman," ujar Tito, Selasa, 15 Mei 2018.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut