SOROT 501

Babak Baru Terorisme 

Pengeboman di Gereja Pantekosta, Surabaya, Minggu (13/05). - AFP
Sumber :
  • bbc

Itu sebabnya, ketika nama Dita dan keluarganya mencuat sebagai pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya yang meledak pada Minggu pagi, 13 Mei 2018,  tetangga sangat kaget. Apalagi, Dita mengajak seluruh keluarganya, termasuk istri dan dua anak perempuannya untuk ikut beraksi.

img_title Bocah Muslim Selamatkan 100 Orang Saat Aksi Terorisme di Moskow, Dapat Penghargaan dari Putin

Aksi mengebom bersama keluarga ternyata tak hanya dilakukan Dita. Minggu malam, di rusunawa di wilayah Wonocolo juga terjadi ledakan. Tiga orang meninggal dunia, mereka adalah bapak, ibu, dan satu anaknya. Satu anak lain selamat dan kini masih dalam perawatan di rumah sakit. Polisi mengatakan, keluarga tersebut tewas oleh bom rakitan mereka sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Senin, 14 Mei 2018, satu keluarga yang berboncengan menggunakan dua motor juga melakukan hal yang sama. Rombongan yang terdiri dari bapak, ibu dan tiga anak ini mencoba menerobos pintu gerbang Mapolrestabes Surabaya. Namun mereka dihentikan di pintu masuk. Tak lama bom meledak, empat orang pembawa bom tewas. Tapi salah seorang anak perempuan ternyata selamat setelah sempat terlontar.

img_title Berkedok ISIS, 3 Negara Ini Dituduh Rusia Dalang Sebenarnya di Balik Aksi Terorisme di Moskow

Lokasi ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya

Aksi Dita dan dua keluarga lain membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menangis tak berhenti. Risma mungkin tak pernah menduga, kota yang ia bangun dengan penuh harapan dan cinta itu menjadi sasaran aksi terorisme. Ia lebih terluka lagi ketika tahu bahwa para pelaku mengajak serta anak-anak mereka dalam aksinya. 

img_title Italia Juga Ikut Naikkan Status Darurat Negara jadi Waspada Usai Aksi Terorisme di Moskow

Anak dalam Lingkaran Terorisme

Pelibatan anak-anak dalam aksi terorisme yang terjadi di Surabaya memunculkan kengerian baru. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku sangat prihatin. "Pelibatan anak-anak baru pertama di Indonesia. Memprihatinkan," ujar Tito.

Menurut Tito, serangan bom menggunakan perempuan dan anak-anak selama ini kerap dilakukan oleh kelompok militan ISIS atau Negara Islam Irak dan Suriah. Pola yang terjadi di Indonesia, ujar Tito, menunjukkan adanya keterkaitan antara jaringan militan di Indonesia dengan di Irak dan Suriah. 

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian 

Pengamat terorisme Al Chaidar juga menengarai Jaringan Anshorut Daulah (JAD) memiliki kaitan dengan ISIS. "Jaringan yang lebih dominan saat ini memang ISIS yang bernama Jaringan Anshorut Daulah (JAD)," ujarnya kepada VIVA, Kamis, 17 Mei 2018.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut