SOROT 501

Babak Baru Terorisme 

Pengeboman di Gereja Pantekosta, Surabaya, Minggu (13/05). - AFP
Sumber :
  • bbc

Kepala BNPT mengakui, belum semua upaya yang sudah dilakukan berjalan efektif. Namun ia mengatakan, upaya itu tak akan berhenti. Ia juga berharap RUU Terorisme bisa segera diselesaikan, karena itu adalah instrumen yang bisa membuat mereka bekerja dengan maksimal.

img_title Bocah Muslim Selamatkan 100 Orang Saat Aksi Terorisme di Moskow, Dapat Penghargaan dari Putin

Harapan segera disahkannya RUU Terorisme juga disampaikan oleh Kapolri Tito Karnavian. Tito berpendapat, UU ini banyak nilai positifnya. "Karena isinya tidak melulu keras, tapi juga soft karena ada pembinaan, peningkatan ekonomi, dan lain lain. Dan soft approach ini tak cukup dilakukan oleh satu instansi saja," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tito menegaskan, mereka adalah orang-orang yang terlatih, bahkan tahu bagaimana menggunakan senjata, jadi penanganannya harus serius dan membutuhkan tim yang solid agar informasi tak mudah bocor, termasuk menyediakan lapas dengan tingkat keamanan maksimal.

img_title Berkedok ISIS, 3 Negara Ini Dituduh Rusia Dalang Sebenarnya di Balik Aksi Terorisme di Moskow

Bagi Tito, meski mereka adalah pelaku, tapi mereka juga korban atas penyebaran ideologi yang salah. Dengan pandangan seperti itu, maka ia memilih terus mengedepankan pendekatan lunak.

Tito bisa benar, mereka yang saat ini menjadi pelaku teror adalah sekaligus korban dari penyebaran ideologi yang salah. Permasalahannya, jika sudah bicara keyakinan, maka sulit memberitahu bahwa mereka berada di jalan ideologi yang salah.

img_title Italia Juga Ikut Naikkan Status Darurat Negara jadi Waspada Usai Aksi Terorisme di Moskow

Tapi, upaya penyadaran tentu tak bisa berhenti. Bagaimana pun, negeri ini pasti tak berharap ada Dita, Anton, dan Tri yang baru, yang dengan tega melibatkan anak dan istri mereka dalam aksi kekerasan hingga bunuh diri dengan dalih membela agama dan bertemu kembali di surga.

Negeri ini pasti menginginkan warganya hidup dalam iklim yang penuh cinta, saling menghargai perbedaan, dan tak perlu meledakkan diri hanya karena berharap meraih surga secepatnya dengan cara menyakitkan. (mus)

Baca Juga

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Transformasi Terorisme di Indonesia

Menakar Taktik Kikis Teroris

Remaja 16 tahun yang menikam pendeta dan bishop di Australia

Remaja Tikam 2 Pendeta Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Terorisme

Remaja laki-laki berusia 16 tahun yang dituduh menikam dua pendeta saat kebaktian gereja di kota Sydney, Australia timur, resmi didakwa melakukan pelanggaran terorisme.

img_title
VIVA.co.id
19 April 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut