- VIVA/Yasir
Sebelum masuk ke Keraton Yogyakarta tepatnya di sisi barat Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta terdapat sebuah bangunan masjid tua yang kondisi saat ini masih sangat terawat dan digunakan untuk kegiatan umat Islam. Masjid tersebut bernama "Kagungan Dalem Masjid Gedhe Yogyakarta" atau orang awam lebih mengenal dengan nama masjid Gedhe Kauman karena berada di Kampung Kauman.
Masjid Gedhe Kauman ini dibangun pada tahun 1773 oleh Sri Sultan HB I yang kala itu pembangunannya baru pada bagian dalam masjid saja. Namun dengan bergantinya Sultan, pembangunan masjid diteruskan hingga bagian serambi masjid. Bangunan masjid sangat khas dan mirip dengan arsitektur dari Keraton Yogyakarta. Dan pada pemerintahan Sri Sultan HB VIII masjid tersebut mengalami renovasi di bagian atapnya (sirap) dan hingga Sri Sultan HB X renovasi masjid setiap tahunnya dilakukan. Masjid Gedhe Kauman ini juga sudah menjadi wisata sejarah dan juga tempat penelitian bagi sejarawan.
![]()
Suasana di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. (VIVA/Daru Waskita)
Masjid Gedhe Kauman ini seperti saat bulan Ramadan juga melakukan banyak tradisi karena dahulunya Ngarso Dalem Sultan senantiasa memberikan takjil menu makanan buka puasa di kepada para takmir. Saat ini tradisi itu masih dilanjutkan dan tidak sebatas pada takmis, tetapi semua jemaah dan saat ini hampir ada 1.500 takjil setiap sorenya.
"Kalau upacara tradisi nanti pada 1 Syawal ada grebeg Syawal, dari Keraton memberikan gunungan ke Masjid Gedhe, termasuk Grebag Idul Adha dan Maulud Nabi. Itu sangat erat dengan keberadan Islam di Keraton Yogyakarta," ujar Imam Besar Masjid Gedhe Kauman, Budi Setiawan, Selasa, 5 Juni 2018.
Peninggalan benda-benda yang menunjukkan kejayaan Kasultanan Yogyakarta lainnya yaitu Masjid Patok yang terdapat di empat lokasi di Yogyakarta. Di Keraton juga ada kitab Kanjeng Kiai Quran yang ditulis tangan dan disimpan di perpustakaan keraton. Kitab ini tidak dipamerkan, namun bisa dikeluarkan jika ada tamu negara setingkat kepala negara.
"Kiai Quran itu dibuat pada pemerintahan HB V," ujar Staf Tepas Keprajuritan, Keraton Yogyakarta, KRT Kusumonegoro.