SOROT 505

Bertahan di Tengah Arus Zaman

Balla Lompoa, rekonstruksi dari istana Kerajaan Gowa
Sumber :
  • VIVA/Yasir

Cirebon di zaman Walangsungsang bertambah terkenal setelah kedatangan ponakannya dari Timur Tengah yaitu Syarif Hidayatullah, yang tak lain juga sebagai cucu Prabu Siliwangi, dia merupakan anak nyimas Rarasantang dengan Raja Hud seorang penguasa di wilayah Banisrail (Mesir dan Palestine).

img_title Guru Gembul: Jayabaya Tidak Pernah Menulis Ramalan!

Hubungan Cirebon dengan negeri-negeri Islam di Nusantara terjalin baik berkat Syarif Hidayatullah seperti hubungan dengan Demak, Campa, Malaka dan Pasai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hubungan Cirebon dengan Pusat Kerajaan Pajajaran kemudian menjadi buruk setelah peristiwa perjanjian Pajajaran dan Portugis pada 21 Agustus 1522 Masehi.

img_title Mengungkap Fakta Sejarah, Guru Gembul Bongkar Mitos Ramalan Jayabaya dan Wajah Asli Sang Raja

Menghadapi masalah tersebut, Cirebon kemudian lebih memilih bersekutu dengan Demak menentang persekutuan Pajajaran dan Portugis. Peristiwa inilah menurut hemat penulis yang ditenggarai sebagai sebab musabab Cirebon memproklamirkan diri merdeka dari Pajajaran dan menyatakan Pendirian Kerajaan Islam Cirebon.

Kompleks Keraton Kasepuhan di Lemahwungkuk, Cirebon

img_title Pulau Sisilia, Wilayah Italia yang Pernah Dikuasai Muslim di Abad ke-9

Kompleks Keraton Kasepuhan di Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Dalam versi lain, sebagaimana tertulis dalam sejarah Kabupaten Cirebon, Cirebon memisahkan diri dari Pajajaran terjadi pada Tahun 1482 yaitu dalam tahun ke II setelah Walangsungsang menyerahkan jabatan sebagai penguasa Cirebon kepada keponakannya Syarif Hidayatullah.

Pemproklamiran Cirebon sebagai negara merdeka, didukung oleh Kesultanan Demak dan para Tumenggung dan Adipati pesisir utara Jawa yang sudah menerima Islam. Sementara itu gelar yang disematkan kepada Syarif Hidayataullah selaku Raja Cirebon adalah Kanjeng Sinuhun Jati.
 
Selain memproklamirkan diri menjadi sebuah Kerajaan Islam yang merdeka dari Pajajaran, Cirebon juga kemudian meneguhkanya dengan perbuatan, dibuktikan mulai setelah itu kemudian Cirebon memutuskan untuk tidak lagi mengirimkan pajak tahunan berupa garam dan trasi ke Pajajaran.

Sikap tersebut kemudian direspons Pajajaran dengan mengirim sejumlah prajurit untuk menyerang Cirebon. Namun, Cirebon mampu mematahkan serangan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masa kejayaan atau keemasan Cirebon sebagai sebuah kerajaan berdaulat dimulai sejak diangkatnya Syarif Hidayatullah sebagai Sultan Cirebon I sampai dengan berakhirnya pemerintahan Sultan Cirebon ke II yaitu Pangeran Agung atau Panembahan Ratu yakni dari mulai tahun 1479-1649 Masehi.

Pada masa Syarif Hidayatullah Cirebon banyak melakukan gebrakan-gebrakan politik dengan menjalin persahabatan dengan kesultanan-kesultanan di Nusantara, terutama dengan Demak. Mereka juga melakukan pembangunan besar-besaran, seperti Istana, Masjid Agung serta insfrastruktur lainnya yang kemudian menjadi warisan sejarah hingga kini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut