SOROT 536

Jerat Candu Digital

Seorang warga menggunakan telepon genggamnya di pelosok Mosairo, Nabire, Papua
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Indrayadi TH

"Misalnya efek fisik digital eye strain (penglihatan kabur, lelah, rasa terbakar dan gatal pada mata), text neck (sakit pada leher karena menunduk terlalu lama), cepat lelah, pusing, mual, sakit di tangan atau lengan, hingga penurunan konsentrasi."

img_title Benarkah Mengunyah Permen Karet Bisa Buat Orang Berhenti Merokok?

Lalu pada efek psikologis, ditandai dengan terjadinya penurunan kualitas tidur, timbul ringxiety (phantom phone rings), cemas, depresi, hingga gangguan tidur. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sedangkan dampak sosialnya, tentunya pecandu digital akan mengalami problem komunikasi atau relasi dengan orang lain termasuk keluarga."

img_title Kecanduan Gadget Adalah Gangguan Mental Serius, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Terapi untuk Atasi Kecanduan

Di Indonesia salah satu layanan psikiatri yang mampu menangani pasien dengan ketergantungan (adiksi) adalah Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang bekerja sama dengan Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

img_title Ammar Zoni Jalani Pengobatan Kecanduan Narkoba Setelah Bebas dari Penjara

Psikiater adiksi sekaligus Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM-FKUI dr. Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ (K) menjelaskan bahwa tenaga di klinik adiksi ini terdiri dari para psikiater adiksi, psikiater anak dan remaja, ada juga psikiater marital therapy, dan neuropsikiatri.

"Klinik adiksi di poli dewasa memang sudah berdiri dari bulan juni 2018. Dan klinik itu memang masih untuk umur 18 tahun ke atas. Untuk anak dan remaja juga ada klinik adiksi. Rencananya akan jadi poli madya (rencana diresmikan 1-2 bulan ke depan). Nantinya remaja dan dewasa akan bergabung," ujarnya kepada VIVA Jumat 18 Januari 2019.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa klinik adiksi itu juga menangani pasien yang kecanduan internet, game, hingga pornografi.

"Dokternya lengkap, ada psikiater anak dan remaja, ada psikiater dewasa, ada tim dari gizi, karena mereka yang kecanduan bisa kegemukan karena pola makan tidak sehat. Dan bisa juga malnutrisi karena menolak makan. Selain itu ada dokter akupunktur hingga rehabilitasi medik untuk membantu pasien agar memiliki pola hidup yang sehat." 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasien yang mengunjungi klinik untuk berobat berkisar di usia 18-21 tahun, namun ada juga yang usia remaja. Menurutnya, untuk pasien yang kecanduan game seringkali dari kalangan dewasa dan remaja muda. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, 10 persen remaja mengalami adiksi internet. Namun selama ini yang ia tangani di RSCM lebih banyak pasien dewasa muda. Hingga kini Siste mengaku ada sekitar 1 pasien dewasa muda yang ditanganinya secara rutin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut