SOROT 559

Gaya Seleksi Sekolah Negeri

Sistem Zonasi Pendaftaran Sekolah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Zonasi ala Kemendikbud diterjemahkan beda-beda di lapangan oleh dinas-dinas pendidikan. Korbannya adalah masyarakat dan peserta didik. “Bahkan sistemnya katanya online tapi tetep harus ngantri sampe nginep-nginep. Model sistem apa ini?” kata Ubaid.

img_title Sejarah Munculnya Sistem Zonasi dalam PPDB yang Sering Tuai Kontroversi

Antrean panjang untuk mendaftar pun dikeluhkan sejumlah orangtua calon siswa. Melani, warga Depok, misalnya. “Kalau SMP kan kita bisa upload dan daftar dirumah ya. Kalau ini menurut saya repot musti ke sekolah, apalagi ngantri panjang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sistem Zonasi Pendaftaran Sekolah

img_title Zonasi PPDB Bakal Dievaluasi, Kemenko PMK: Seleksi Umur Paling Aman

Suasana pendaftaran sekolah dengan sistem zonasi

Gayatri, warga Depok lainnya, mengungkapkan hal senada. “Sebenernya enakan kaya dulu, online dari rumah, kok dibikin susah ya padahal teknologi udah maju,” katanya.

img_title Komisi X DPR Pertimbangkan Bentuk Panja PPB Atasi Sengkarut PPDB

Melani mendukung sistem zonasi dengan tujuan untuk menghilangkan label sekolah favorit. Namun, untuk saat ini, menurut dia belum bisa diterapkan lantaran jumlah sekolah negeri masih belum merata.

Dia menyarankan untuk mengkombinasikan antara zonasi dan nilai ujian nasional. “Jadi ketika rumah anak tidak dekat dengan sekolah dia bisa termotivasi untuk mendapatkan NEM lebih tinggi. Mau enggak mau si anak ada daya saingnya,” ujarnya. [mus]

Pemerintah Evaluasi Kebijakan Zonasi PPDB

Presiden RI Prabowo Subianto menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 26 November 2024. Dalam ke

img_title
VIVA.co.id
26 November 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut