- VIVA.co.id/Agus T Haryanto
![]()
Ivan Halim Parmongan dan Jennifer Santoso memperlihatkan cara kerja kursi roda yang beroperasi dengan bantuan sinyal otak. Foto: VIVA.co.id/Agus T Haryanto
Â
Kursi roda itu memakai dua data dengan electroencephalograph (EEG) alias sinyal otak untuk penyandang disabilitas yang lehernya kesulitan untuk bergerak. Secara teoritis, otak manusia memancarkan sinyal dalam orde sekitar 50 mikroVolt atau kurang, yang namanya EEG. Teknologi EEG ini pun bukan hal baru, sebab seorang ilmuwan sudah menampilkan sinyal EEG pada 1929.
Selain itu, kursi roda khusus ini dilengkapi dengan gyroskop untuk menangkap sensor gerak, bagi penderita yang masih menggerakkan leher. "Kursi roda ini berguna bagi yang tangannya patah, cacat seluruh tubuh, lumpuh dari leher ke bawah. Kami ingin membuat sistem yang dapat menolong orang lain," ucap Ivan.
Dia mengaku bersama Jennifer hanya meneruskan penemuan kakak tingkat kuliah mereka. Dia mengatakan keduanya menyempurnakan kursi roda itu dengan aplikasi yang bisa menjalankan kursi roda. Senior keduanya sudah membuat alat kursi roda dan mereka hanya menyempurnakan dengan menghadirkan aplikasi software.
Dengan merendah, Ivan mengatakan bersama Jennifer sebenarnya tak menciptakan temuan apa pun. Teknologi pembaca sinyal otak, kata dia, juga sudah bukan barang baru. Di luar negeri, seperti di Amerika Serikat, Jepang sudah menjadi hal yang umum. Bahkan di kampus di Indonesia, ujar Ivan, juga sudah mengembangkan pola kerja seperti kursi roda tersebut, namun dengan pendekatan yang berbeda.
Namun demikian, Ivan mengatakan mereka tak meniru temuan yang sudah ada sebelumnya. Aplikasi itu untuk memastikan sinyal otak itu bisa lebih dapat dipercaya dan lebih akurat diproses. Â
"Jadi nggak duplikat dan tidak membajak. Kami tidak memakai apa yang sebelumnya dipakai sinyal otak yang kami olah, kami klasifikasi, hingga bisa bergerak," kata Ivan.
Soal cara operasi kursi roda, pengguna hanya butuh fokus berpikir dan memaksimalkan kerja otak saja. Misalnya pengguna cukup fokus berpikir memajukan kursi roda. Memang untuk menjinakkan BNW itu butuh menyesuaian. Sebab fokus pikiran sangat dibutuhkan untuk mengendalikan kursi tersebut.