- VIVA.co.id/Agus T Haryanto
Terkait kontribusi BPPT dalam pengembangan robot, Yudi mengatakan institusinya lebih mengarah pada kebutuhan dan peluang industri. "Jadi kalau di dunia kampus, berdasarkan kreativitas mahasiswa, tapi kalau di BPPT berdasarkan peluang kebutuhan industri, industri butuh apa," kata dia.
Dijelaskan, biasanya sistem anggaran untuk robot industri itu melibatkan pembagian sokongan dana. Dalam bentuknya, industri bisa berkontribusi dalam bentuk fasilitasnya, berbentuk barang atau lainnya.
"Biasanya kalau industri minta, ada sharing, kadang dari Kemenristekdikti, dulu ada prgram insentif, jadi BPPT melakukan bersama industri, untuk menciptakannya, tapi industri juga harus sharing," tutur dia.
Sebagai salah satu perintis dunia robotika di Indonesia, Endra juga punya beberapa harapan.
Endra berharap dunia robotika di Indonesia bisa menjadi budaya baru bagi bangsa Indonesia. Sehingga, ke depannya generasi muda bisa menunjukkan eksistensi dalam bidang robotika kepada dunia internasional.
Sebab, pada dasarnya generasi muda Indonesia sudah memiliki kemampuan atau kualitas yang tidak kalah dengan negara lainnya. Terlebih, sejak beberapa tahun lalu dunia robotika tidak hanya dikenal oleh kalangan perguruan tinggi saja. Melainkan, mereka yang masih menempuh pendidikan pada tingkat SMP, dan SMA juga sudah mulai mengenalnya.
“Buktinya, ada SMP, maupun SMA yang sudah menjadikan bidang robotika ini menjadi salah satu ekstra kurikulernya, dan pesertanya pun juga cukup banyak,”papar Endra. Oleh karena itu, apabila pemerintah terus memberikan perhatian, maka bukan tidak mungkin kedepannya Indonesia tidak akan membutuhkan bantuan, atau kerja sama teknologi dengan negara lainnya.
“Misalnya saja dalam pengolahan berbagai sumber daya alam kita. Ke depannya kita sudah tidak membutuhkan lagi perusahaan asing semacam Chevron, Freeport, dan yang lainnya untuk mengeksplorasi kekayaan alam kita, apabila teknologinya sudah bisa dibuat oleh generasi muda kita sendiri,” kata Endra.
Oleh karena itu, Endra berharap perkembangan yang sudah sangat signifikan itu tidak mengalami kemunduran lagi. Terlebih, kondisi alam Indonesia yang luas, sangat memungkinkan untuk mengembangkan berbagai teknologi robot, mulai dari robot yang berbasis keperluan udara, maupun air, hingga darat.