SOROT 381

Indonesia Bikin Robot

Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus T Haryanto

Selanjutnya hal itu dialiri ke tangan kirinya yang mengalami kelumpuhan. Ia berhasil menciptakan alat tersebut. Alhasil, ia dijuluki ‘Iron Man’ dari Bali lantaran alat yang digunakannya tersebut.

img_title Anak Madrasah Rebut Medali Emas di Kompetisi Robot Asia

Alat itu mampu kembali menggerakkan tangannya seperti sediakala. Tawan kembali bisa mengelas, mengangkat beban berat dan aktivitas lain yang menggunakan tangan kirinya. Sehari-hari, Tawan menggunakan alat robotik tersebut untuk melakukan aktivitas, termasuk di luar aktivitas melakukan pekerjaan rutinnya mengelas besi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski karyanya itu telah menarik perhatian publik, namun ada pula beberapa orang yang mencibir, menyangsikan karyanya tersebut. Tawan dianggap menyebarkan kabar bohong alias hoax. Alasannya pun beragam. Mulai dari ada yang meragukan cara kerjanya yang sangat sederhana, sehingga tak masuk akal, sampai pada menjurus pada latar belakang pendidikan Tawan yang dinilai tidak akan bisa membuat robot. Hanya SMK saja.

img_title Cerita Tim Robotik Indonesia Sempat Minder Lawan China

Menanggapi hal itu, Tawan tak pusing memikirkan komentar orang lain. Ia mengaku siap mempertanggungjawabkan di hadapan publik jika diinginkan. Namun yang pasti, alat tersebut kembali membuat roda ekonominya bergairah.

"Saya siap tanggung jawab dengan alat ini. Tapi orang mau percaya atau tidak, alat ini bisa membuat saya mencari nafkah lagi," ucap dia. Tawan mengaku bukan yang pertama menemukan alat tersebut. Dia menyebutkan sudah banyak mahasiswa dan ahli yang menciptakan robot canggih.

img_title Juara Dunia, Robotik Indonesia Sempat Minder dengan China

"Sudah banyak yang ciptakan di luaran sana yang canggih-canggih. Alat saya ini belum sempurna," kata dia kepada VIVA.co.id.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/01/29/56ab330cc62b5-i-wayan-sumardana-alias-tawan_663_382.jpg

I Wayan Sumardana alias Tawan bekerja menggunakan tangan robot buatannya. Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karya robot lainnya yaitu Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Ary Setiaji Prihatmanto yang membantu mahasiswa Teknik Elektro ITB untuk mengembangkan teknologi serupa. Sejak 2007/2008, mereka meneliti dan mengembangkan alat bantu untuk orang berkebutuhan khusus. Bukan hanya robot, tetapi juga beberapa jenis permainan.

Salah satunya adalah untuk anak-anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak. Hal tersebut biasanya menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut