- VIVA.co.id/Agus T Haryanto
Tidak hanya KRI, atas usulan Universitas Indonesia, sejak 2004 juga dilangsungkan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) bersamaan dengan digelarnya KRI. Beberapa tahun terakhir peminat KRI dan KRCI mengalami kenaikan yang signifikan. Pada 2007, tercatat 138 pendaftar untuk KRI dan 205 untuk KRCI. Menandakan robot semakin digandrungi di Indonesia. Di tahun ini ada berbagai kategori yang dipertandingkan dalam KRI, yaitu Robot Sepak Bola, Robot Menari, dan Robot Pemadam Api.
Selanjutnya mulai 2008, konten robot itu dilakukan dalam empat regional yaitu area sumatera dan sekitarnya; DKI Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya; Jawa Tengah dan Yogyakarta dan sekitarnya; Jawa Timur, Kalimantan dan Indonesia timur. Dua tahun kemudian Kalimantan dan Indonesia timur menjadi satu regional.
Intan Ahmad, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan mengatakan KRI mengompetisikan empat divisi, yaitu Kontes robot ABU Indonesia (KRAI) yang berafiliasi dengan ABU (Asia-Pasifik Broadcasting Union) Robocon; Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) yang berafiliasi dengan Trinity Coolage International Robot Contest; Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI); Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) yang berafiliasi dengan roboCup.
Robot RI Merajai
Menurut Endra perkembangan robot saat ini sudah mengalami perkembangan yang cukup bagus. Bahkan, saat ini Indonesia sudah masuk ke dalam kategori tim elit dalam dunia robot. Hal itu terbukti dengan berhasilnya Indonesia mengalahkan tim robot dari sejumlah negara besar. “Israel saja itu berulang kali kita kalahkan di Humanoid Robot Soccer. Jadi saat ini mungkin kita sejajar dengan Amerika, dan Eropa. Kalau dalam dunia sepak bola mungkin kita seperti Barcelona, atau Real Madrid,”ujar Endra lalu tertawa.
Soal konten robot, Endra mengatakan Tahapan pertama kontes itu adalah seleksi pada tingkat regional. Selanjutnya, pemenang dari masing-masing regional akan diadu pada tingkat nasional yang akan digelar setiap bulan Juni.
Kontes seperti itu rupanya juga menjadi pemicu bagi sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, untuk memberikan perhatian khusus kepada dunia robotika. Bahkan, untuk kampus tempat Endra mengajar, yaitu PENS, juga ikut merasakan dampak dari perkembangan dunia robotika yang cukup melesat itu. PENS saat ini seolah sudah menjadi kiblat bagi bidang robotika yang ada di Indonesia.