- VIVA.co.id/Agus T Haryanto
Tapi Ivan punya tips agar mudah fokus dalam memerintah kursi roda tersebut. Untuk bergerak maju, pengguna cukup fokus membayangkan objek yang ada di depan mendekati pengguna, untuk menghentikan gerak BNW, pengguna cukup mengedipkan mata. Untuk belok kiri atau kanan, pengguna cukup membayangkan objek atau benda di sebelah kanan atau kirinya.
Ivan mengibaratkan proses fokus pikiran otak pada saat duduk di kursi roda itu yaitu berpikir seperti orang sedang mengemudikan mobil. Saat akan berbelok, pengemudi pastinya akan melihat sisi kendaraan melalui kaca spion. Kurang lebih demikian.
Ini mengingat kursi roda khusus itu diposisikan untuk penyandang disabilitas atau patah tulang, maka pada sistem kursi itu disiapkan EEG. Ini menolong bagi pengguna yang lehernya tidak bisa bergerak.
"Kalau yang tidak bisa bergerak, kami pakai EEG juga, kami ambil sinyal otak juga. Kalau yang bisa bergerak, kami pakai gyroskop yang sudah embbed di alatnya," kata dia.
Ivan mengatakan belum berpikir jauh untuk mengembangkan karya bersama Jennifer tersebut, misalnya dipatenkan atau mau dipasarkan secara komersil. Dia mengatakan fokus jangka dekat ini adalah menjadikan kursi roda kendali otak itu bisa digunakan secara aman oleh pengguna. Sebab untuk memakainya masih memerlukan asisten yang mematikan fungsi BNW, dalam kasus alat tersebut mengalami malfunction.
Soal penyempurnaan kursi roda kendali otak tersebut, Ivan mengatakan, lebih ingin mengalir saja. Namun demikian, penemuan keduanya mendapatkan dukungan dari kampus mereka belajar.
Lili Ayu Wulandari, dosen Tim Riset Binus University mengatakan proyek BNW merupakan bagian dari skripsi Ivan dan Jennifer. Proyek itu juga merupakan salah satu topik dari proyek di Binus. Artinya ketika mengerjakan proyek tersebut bukan hanya berhenti pada proses skripsi saja. Kampus, kata Lili, akan terus berusaha mengembangkan, menyempurnakan kursi roda kendali otak tersebut.
Senada dengan Ivan, Lili mengatakan belum ada kepikiran untuk memasarkan karya tersebut ke masyarakat. Apalagi menurutnya, untuk bisa dipakai masyarakat, kemampuan akurasi BNW itu harus sudah sempurna. Saat ini tingkat akurasinya masih pada posisi 86 persen. Jika ingin meningkatkan atau memasarkan proyek kursi roda itu, kemampuan akurasi kursi paling tidak sampai 98 persen.