SOROT 381

Indonesia Bikin Robot

Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus T Haryanto

“Boleh dibilang, kalau mahasiswa baru masuk ke PENS itu aromanya saja sudah aroma robot," kata Endra lalu tertawa.

img_title Anak Madrasah Rebut Medali Emas di Kompetisi Robot Asia

Bicara soal prestasi, sudah ada beberapa raihan karya robot dari anak bangsa. Misalnya menurut data Kemendiknas pada 2001, tim B-Cak dari PENS memenangkan juara pertama pada Asia-Pasifik Broadcasting Union (ABU) robocon yang diselenggarakan di Koriyama, Fukushima-Jepang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian pada 2015, PENS mearih prestasi di antaranya runner up (humanoid kidsize category) pada robocop 2015 di Heifei, China; Kompetisi Roboboat, Virginia, Amerika Serikat dengan meraih Best Performance Award, peringkat ketujuh, Small Autonomous Boat Category; dan Excellent Medal Award for Mobile Robotics, meraih posisi ke 4 dari 23 negara.

img_title Cerita Tim Robotik Indonesia Sempat Minder Lawan China

Prestasi lainnya yaitu The Best Idea Award di NHK Robocon (1991), posisi Runner up (juara ketiga) di NHK Robocon (1992), Best Spirit University Level NHK Robocon (1995), Fukushima Prefecture Award. NHK Robocon Fukushima (2000), Medali perak dan perunggu di The 13th International Robot Olympiad (2011), Juara III Category Sprint pada Robotics FEST, Singapura (2014), Juara I Creative, International Robotic Olympiad Committee (IORC), Beijing (2014), Juara III Kontes Robot Internasional di KINTEX, Korea Selatan (2015), dua medali emas dalam Trinity College International Robot Contest, Connecticut (2015).

Program Pengembangan Robot

img_title Juara Dunia, Robotik Indonesia Sempat Minder dengan China

Pemerintah mengklaim telah memperhatikan dunia robotika di Indonesia. Intan Ahmad, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan mengatakan pemerintah telah memfasilitasi dan mengapreasiasi pembimbing mahasiswa. Dia mengakui kemampuan mahasiswa dan dunia kampus di Indonesia dalam menciptakan karya robot sudah mumpuni. Secara intelektual, kemampuan sumber daya dalam negeri dalam hal ini tidak kalah dengan luar negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait pendanaan, Intan mengakui pemerintah memang mengalokasikan dana meski tidak semuanya. Dia mengakui biaya untuk mengikuti kompetisi robot di luar negeri bisa dibilang mahal. Jika pemerintah punya dana besar, Intan mengatakan, pastinya pemerintah bakal memberikan sokongan dana. Tapi beberapa kasus, karena keterbatasan dana riset, pemerintah hanya membantu mendorong mahasiswa untuk membuat proposal. Dia mengatakan untuk menciptakan ekosistem pendanan robotika di Tanah Air, setidaknya harus melibatkan industri.

"Tapi mahasiswa ada juga yang menulis proposal, pergi ke industri, ke mana yang bisa membantu," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut