- ANTARA//Adeng Bustomi
Aprindo mengharapkan bahwa peritel yang menjalankan program ini bisa memperoleh sejumlah insentif dari pemerintah, antara lain gratis biaya reklame hingga pemotongan pajak bumi dan bangunan (PBB).
Masalah Pemilahan
Hitungan hari setelah aturan kantong plastik diedarkan di 22 daerah, masih jamak adanya pelanggan yang tidak terima jika harus mengeluarkan fulus untuk beberapa lembar kantong kresek. Pula kebijakan ini baru bisa dilihat hasilnya paling cepat setelah evaluasi tiga bulan mendatang.
Selain kebijakan yang setengah jalan karena tak menyasar hulu, persoalan sampah juga harus disikapi dalam pemilahannya.
KLHK juga mengakui juga buruknya pengelolaan pemilahan, mulai dari masyarakat hingga tempat pembuangan akhir berkontribusi terhadap menyebarnya sampah plastik. Bahkan, sekalipun ada warga yang sudah memilah sampahnya dalam kantong berbeda, pada akhirnya akan berujung pada pembuangan yang sama.
Sementara itu, para pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) juga tak berniat memungut kantong kresek, karena harus dijual kembali dengan harga sepele.
![]()
Gundukan-gundukan sampah di TPS Bantargebang menjadi pemandangan sehari-hari.
Gundukan-gundukan sampah di TPS Bantargebang menjadi pemandangan sehari-hari. Menjelang sore aroma busuk sampah sebagian besar "kiriman" warga Jakarta menyengat.
Gito (56), lelaki yang mendirikan warung di antara lautan sampah mengatakan, meskipun dipenuhi lalat, pria itu tak sungkan menawarkan dagangannya ke orang-orang yang juga singgah sesekali.
Kepada VIVA.co.id, Gito mengatakan sudah mendengar kebijakan baru soal kantong plastik berbayar. Kadang ikut memulung di Bantargebang, Gito mengatakan, sampah plastik masih bakal terus ada. Sebab, kantong kresek itu bisa dijual kembali ke produsennya. Sayangnya hanya Rp700 per kilogram sehingga tak terlalu diminati para pemulung.
“Tidak semua juga sih pemulung mau kumpulin sampah plastik kayak itu, karena murah. Makanya, masih banyak sampah plastik yang dibiarkan soalnya pemulung juga milih-milih yang lebih-bersih,” kata Gito di Bantargebang, Bekasi.
Nilai memastikan, jika akan dipungut, pemulung bervariasi harganya. Sampah jenis plastik PE yang tebal ditimbang Rp8.000 perkilogram, jenis kemasan minuman seperti air mineral Rp3.500-4.000 per kilogram. Sementara itu, kresek plastik adalah yang paling murah, hanya Rp700 per kilogram..