SOROT 403

Tergoda Kuah Khas Mi Kocok

Mih Kocok Mang Dadeng, mie kocok legendaris di kota Bandung.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Suparman

VIVA.co.id – Sore itu kota Bandung tepatnya Jalan Ahmad Dahlan terlihat lengang. Namun, sebuah kedai sederhana yang berdiri di pinggir jalan tersebut cukup mencuri perhatian.

img_title Punya Modal Rp3 Juta? Ini 18 Ide Bisnis Kuliner yang Bisa Bikin Cuan dari Rumah

Kedai nomor 67 tadi tampak mulai kedatangan sejumlah pengunjung. 'Mih Kocok Mang Dadeng', demikian bunyi tulisan yang terpampang besar-besar di bagian depannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi yang belum tahu, Mih Kocok Mang Dadeng merupakan kedai mi kocok legendaris di Kota Kembang. Usaha ini telah dirintis sejak 1958 silam dan masih digemari hingga saat ini.

img_title Hari Terakhir! Deretan Promo Kuliner 17 Agustus 2026 yang Gak Boleh Terlewatkan

Jika Anda baru pertama kali singgah ke daerah satu ini, memang cukup sulit menemukan kedai tersebut. Meski berada di area strategis, dekat dengan Hotel Horison yang berada di Jalan Pelajar Pejuang, kedai Mih Kocok Mang Dadeng tampil tak terlalu mencolok dengan aksen kayu dan bambu meliputi seluruh bangunan.

Serupa dengan eksteriornya, bagian dalamnya juga terkesan sederhana. Hanya ada beberapa meja dan kursi serta area masak mi kocok yang dipenuhi dengan dandang-dandang besar berisi kuah kaldu panas.

img_title Dari Lombok hingga Cirebon, Ini 7 Kuliner Nusantara yang Paling Bikin Nagih

Asap putih mengepul dari dalamnya. Terlihat pula mangkuk-mangkuk yang dipenuhi mi dan tauge yang menggunung. Seluruhnya berada di dalam gerobak yang tak lagi memiliki roda.

Saat melangkahkan kaki ke dalam kedai, aroma kikil dan bumbu pedas gurih pun tercium lembut di hidung.

Sekitar pukul 15.00 WIB, pelanggan mulai berdatangan. Namun, mereka lebih memilih untuk membawa pulang mi kocok ketimbang makan di tempat. Mungkin alasannya malas antre, lantaran kapasitas kedai yang hanya bisa menampung beberapa pelanggan.

Baca juga:

sorot Mih Kocok

Kapasitas Kedai Mih Kocok Mang Dadih hanya bisa menampung beberapa pelanggan.

Sang empunya kedai memang ogah pindah ke tempat lain yang lebih besar. Ia memilih untuk tetap menyewa bangunan milik DKM Masjid Jami Sukaresik yang ditempati kedainya itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau dari hitungan orang tua, ini tempat bawa hoki," kata Agus Tryana, karyawan senior Mih Kocok Mang Dadeng saat ditemui VIVA.co.id di kedai tersebut beberapa waktu lalu.

Menurut pria yang akrab disapa Openg itu, usaha mi kocok yang namanya sudah terdengar hingga ke luar Indonesia ini berdiri secara turun-temurun hingga tiga generasi dimulai dari Usman, ayah Dadeng. Usman lah yang pertama kali memiliki gagasan untuk berjualan mi kocok keliling menggunakan tanggungan (pikulan).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut