SOROT 418

Heboh Padepokan 'Tipu-tipu'

Polisi menunjukkan barang bukti dari tersangka penipu Dimas Kanjeng Taat Pribadi di mapolda Jawa Timur, Jumat (7/10/2016). Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Sumber :
  • ANTARA/M Risyal Hidayat

VIVA.co.id – Matahari mendekati ufuk barat. Langit mendung tipis selimuti dusun terpencil di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kala itu, Rabu sore, 12 Oktober 2016.

img_title Kasasi Ditolak, Dimas Kanjeng Tetap Divonis 18 Tahun Penjara

Dusun itu letaknya di perbatasan Desa Wangkal dan Gading. Namanya, Dusun Cengkelek. Daerah tersebut beberapa hari terakhir sudah jadi pusat perhatian. Awalnya cuma jadi sorotan masyarakat lokal, kemudian jadi perhatian jurnalis nasional, dan kini sudah masuk pemberitaan media massa internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan tanpa sebab dusun kecil itu jadi populer. Seorang warga di sana, Taat Pribadi (46 tahun), tiba-tiba jadi magnet pemberitaan saat padepokan yang diasuhnya digerebek polisi pada 22 September 2016 lalu. Padepokan Dimas Kanjeng, itulah namanya.

img_title Kasus Dimas Kanjeng Belum Usai, Ada Uang Dolar Zimbabwe

Padepokan itu berdiri di atas lahan yang berada di dua desa, yakni Desa Wangkal dan Gading. Lokasinya terbilang pencil. Ada empat jalan kecil menuju ke sana, yakni melalui Kecamatan Pajarakan ke selatan, Jalan Semampir atau Jalan Gus Dur di Kecamatan Kraksaan, dan terakhir bisa lewat Paiton.

Butuh sekira lima puluh menit perjalanan untuk sampai di lokasi dari Jalan Raya Kraksaan (Probolinggo)-Situbondo. Sampai di Desa Wangkal (juga kota Kecamatan Gading), ada dua jalur masuk ke area Padepokan. Jalur selatan dan utara. Di setiap mulut jalur berdiri gapura cokelat bertuliskan Padepokan Dimas Kanjeng.

img_title Terungkap, Alasan Dimas Kanjeng Buat Video Keluarkan Uang

Dari pusat desa, pengikut atau pengunjung membutuhkan waktu tak sampai lima menit tiba di area Padepokan. Sampai di lokasi, gapura serupa berdiri menjadi pintu sebuah lahan kosong sebagai parkir kendaraan. Seratus meter dari parkiran, di situlah pintu gerbang utama padepokan berada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di mulut padepokan, pos penjagaan berdiri. Menurut warga setempat, pos ini biasanya dijaga oleh para pengikut Dimas Kanjeng. Ada lima bangunan atau gedung yang mencolok begitu masuk ke area dalam Padepokan. Gedung asrama putra, aula berdinding kaca, rumah lama Dimas Kanjeng, asrama putri, dan rumah utama nan megah Dimas Kanjeng.

Di sisi selatan bangunan utama itu, ada dua bangunan lagi berhalaman luas, yakni masjid, satu gedung serupa kantor tempat pengurus. Di sebelahnya ada lapangan olahraga. Sedangkan di sisi barat lahan kosong, jadi tempat para pengikut Dimas Kanjeng yang masih bertahan sekarang. Mereka mendirikan tenda-tenda dari terpal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut