SOROT 418

Heboh Padepokan 'Tipu-tipu'

Polisi menunjukkan barang bukti dari tersangka penipu Dimas Kanjeng Taat Pribadi di mapolda Jawa Timur, Jumat (7/10/2016). Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Sumber :
  • ANTARA/M Risyal Hidayat

Awal buka warung, Emma memasak nasi menghabiskan beras satu kuintal dan langsung habis. Semua pengikut padepokan diperintahkan makan di warungnya. “Warung yang lain, seperti di depan saya itu, langsung sepi. Saya masak lauk apapun langsung habis,” ucapnya.

img_title Kasasi Ditolak, Dimas Kanjeng Tetap Divonis 18 Tahun Penjara

Sejak Dimas Kanjeng ditangkap dan Padepokan tidak ada kegiatan,  pendapatan Emma langsung melorot tajam. Betul, sekarang banyak orang berkunjung ke padepokan untuk melihat-lihat, tapi hanya beberapa yang mampir untuk makan. “Kalau sekarang, memasak beras satu kilo saja belum tentu laku,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring petugas usai melakukan rekontruksi

img_title Kasus Dimas Kanjeng Belum Usai, Ada Uang Dolar Zimbabwe

Tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring petugas usai melakukan rekontruksi di padepokannya Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (3/10/2016). Foto: ANTARA/Umarul Faruq

Ajaran Dimas Kanjeng

img_title Terungkap, Alasan Dimas Kanjeng Buat Video Keluarkan Uang

Kamandanu mengatakan, sebetulnya inti dari janji Taat Pribadi kepada para pengikutnya ialah penggandaan uang. Warga desa setempat biasa menyebut dengan ‘Uang Kotakan’. Istilah itu terkonfirmasi dengan beberapa laporan korban penipuan Taat yang rata-rata diberi kotak kayu yang konon disebut ATM dapur.

Sejauh yang dia ketahui, setiap orang yang ingin menjadi anggota Padepokan Dimas Kanjeng diminta membayar uang pendaftaran sebesar Rp250 ribu. Itu di luar mahar. Soal iming-iming dan modus, kata dia, selalu berubah-ubah. “Misalkan bulan ini tidak cair, nanti modusnya yang disampaikan ke pengikut berbeda lagi,” katanya.

Untuk meyakinkan pengikutnya, para sultan menggambarkan sosok Dimas Kanjeng sebagai orang yang memiliki kelebihan. Bahkan, ada juga ritual pembersihan pengikut yang kadang dilakukan di laut atau pantai. “Sultan menggambarkan seperti pembersihan ala Nabi. Misalnya, memberikan istilah membelah dada pengikut lalu dibersihkan,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kamandanu mengaku pernah mendengar pidato doktrinasi Dimas Kanjeng ke pengikutnya. Taat kala itu menyampaikan bahwa di Desa Wangkal akan berdiri sebuah masjid yang digambarkan suci bernama Masjid Baitul Makmur. “Kalau di Mekkah ada Masjidil Haram, di Madinah ada Masjid Nabawi, kalau di Yerussalem ada Masjidil Aqsha, di Wangkal nanti ada Masjid Baitul Makmur. Saya tidak  tahu masjid yang mana yang dimaksud,” katanya.

Dia mengaku tidak tahu ilmu apa yang dipakai Dimas Kanjeng, sehingga banyak pengikutnya seperti terhipnotis. Tapi dia menduga keahlian yang dipakai Dimas Kanjeng adalah ilmu jin. “Saya kira pakai bantuan jin. Tapi yang jelas kalau doktrinasinya ada di sebuah CD yang diberikan kepada semua pengikutnya,” kata Kamandanu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut