- ANTARA/M Risyal Hidayat
Kamandanu mengatakan, pengurus dan para sultan Dimas Kanjeng menghilang sejak sultan bernama Mishal dan rekan-rekannya ditangkap oleh polisi, ketika kasus pembunuhan Abdul Gani diungkap oleh polisi. “Kan yang terungkap lebih dulu kasusnya Gani, setelah itu pembunuhan Ismail tahun 2015 lalu juga terungkap,” katanya.
Sumber lain di Kecamatan Krejengan, perbatasan Kecamatan Gading, mengatakan setelah kasus pembunuhan Abdul Gani dan Ismail Hidayat diungkap polisi dan beberapa sultan ditangkap sebagai tersangka, banyak pengikut Dimas Kanjeng di Krejengan yang langsung membuang identitas keanggotaan padepokan. “Dulu di sini banyak yang ikut dan sering sesumbar kalau ingin kaya ke Dimas Kanjeng,” ujar sumber yang namanya ingin dirahasiakan.
Ciri khas dari pengikut Dimas Kanjeng, ialah gelang hitam bertanda khusus. Sebelum heboh kasus Dimas Kanjeng, gelang itu pasti dipakai oleh warga Krejengan pengikut Dimas Kanjeng. “Ketika tersangka dan Taat ditangkap polisi, aksesori gelang itu sudah dilepas,” cerita dia. Pengikut menghapus jejak sebagai anggota Padepokan Dimas Kanjeng.
Secara resmi, korban penipuan bermodus penggandaan uang yang melapor ke Polda Jatim ialah lima orang. Itu belum satu laporan yang di Markas Besar Kepolisian RI di Jakarta. Yang paling menonjol ialah pelapor bernama almarhum Najmiah Muin, warga Makassar, Sulawesi Selatan. Laporannya dilayangkan sulung Najimah, Muhammad Najmur, ke Polda Jatim, Surabaya, pada 30 September 2016 lalu. Korban mengaku merugi Rp200 miliar.
Tapi, cerita para korban yang belum melapor ke kantor polisi masih banyak. Salah satu di antaranya ialah Ibu S, warga Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Bersama dua temannya, S, mendatangi Padepokan Dimas Kanjeng, Kamis, 13 Oktober 2016. Dia langsung menemui polisi di pos penjagaan pintu masuk utama padepokan.
S mengaku tertarik ikut Dimas Kanjeng setelah dikenalkan oleh tetangganya berinisial J, tiga tahun lalu. J ini diketahui sebagai koordinator Dimas Kanjeng di Nguling. Tergiur uang berlipat-lipat, S meminjam uang ke bank sebesar Rp500 juta dengan mengandalkan usaha aksesorisnya sebagai jaminan. “Saya sampai bertengkar dengan suami dan cerai karena ikut Dimas Kanjeng.” katanya.