SOROT 443

Bemo Ganefo Warisan Soekarno

Bemo saat mangkal di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Realitas sepertinya memang tidak dapat disangkal. Perkembangan teknologi yang semakin maju berdampak pada banyaknya moda trasportasi modern menjadi berkembang di Kota Jakarta. Sementara kebijakan pemerintah yang harus mencabut satu-persatu izin operasi bemo, mengakibatkan bemo semakin terpinggir serta ilegal.

img_title COVID-19: Toyota Indonesia Siapkan Layanan Transportasi Terkoneksi

"Bemo semakin marjinal pada 1995, setelah adanya instruksi peremajaan Angkutan Pengganti Bemo (APB). Dari tahun 1995, sudah ada upaya berbagai pengusaha untuk mengganti bemo menjadi APB," kata Sutino, koordinator Bemo Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tetapi bukannya membantu, tapi mereka ngobyek, mencari keuntungan. Jadi mereka berdalih kemauan mereka, tetapi secara enggak langsung mereka cari keuntungan, Sutino menambahkan.
 
Kata dia, ngobyek yang dimaksud adalah ketika melakukan peremajaan, mereka harus memiliki uang. Apabila tak punya, tak bisa diremajakan. "Mau tidak mau bemonya harus dijual, tapi mereka (pemerintah-pengusaha) kerja sama terlalu rapi. Jadi waktu itu kita KIR saja pun enggak boleh. Jadi kalau sekarang kita tidak bayar pajak dan KIR, itu bukan kesalahan dari kita. Karena mereka menutup jalan kita."

img_title Mengintip 10 Kota Termahal Dunia untuk Berangkat Kerja

Selanjutnya, Di Ambang Ajal

img_title Mengintip Megahnya Bus Atlet untuk Asian Games 2018

Di Ambang Ajal

Kejayaan bemo di ambang kematian. Suku cadangnya kian terbatas. Apalagi sudah sejak lama Daihatsu tak menyuplai onderdil bemo paska penghentian produksinya pada 1972. Akibatnya banyak bemo lantas menjadi besi rongsokan tua. Populasinya terus menyusut, mendekati punah.

Sorot Bemo

Meskipun mengalami mogok berkali-kali para sopir tetap setia mencari rejeki dengan bemo. (VIVA.co.id/M Ali Wafa)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di kalangan para sopir, mogoknya bemo kadang disebut misteri. Sebab mesin hidup saat menunggu penumpang, tetapi mati saat baru mau diajak jalan. Candaan yang akrab di telinga mereka, "Bemo itu sehari narik, dua hari di bengkel".

Mogoknya bemo tentu terbilang wajar, sebab mesinnya sudah berusia di atas 50 tahun alias sepuh. Hujan merupakan musuh bebuyutan sopir bemo, karena dipastikan bemo bakal mogok.
Tak sedikit para sopir bemo yang memilih pensiun atau menjual kendaraan tuanya pada para kolektor. Bemo-bemo itu pun dijual dengan harga murah, sekira Rp5 jutaan. Tetapi jika kondisinya masih bagus, masih laku Rp10 jutaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut