SOROT 448

Janji Khilafah, Bukti Tak Semanis Mimpi

Aksi mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) saat menolak kedatangan Lady Gaga ke Indonesia, di Bundaran HI, Jakarta.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Muhamad Solihin

Bagi Dedi yang pernah menjalani kehidupan yang ditawarkan HTI, penolakan Rokhmat Labib soal HTI sebagai gerakan politik adalah tak benar, dan ide khilafah itu masih absurd. "HTI jelas gerakan politik. Buat sebuah mimpi dan visi, ide khilafah itu mungkin bagus. Tapi apa yang bisa ditawarkan untuk kehidupan hari ini? Bagaimana HTI bisa memberikan kehidupan yang sejahtera buat pengikutnya hari ini?" tanya Dedi.

img_title Draf RUU Pemilu: Eks HTI Dilarang Jadi Capres hingga Kepala Daerah

"Orang disuruh berpolitik tapi kehidupannya tak diperhatikan. Memanfaatkan orang untuk berpolitik. Mendoktrin visi yang jauh, kelihatannya besar, tapi kondisi sekarang tak disejahterakan," ujarnya dengan nada suara sedikit bergetar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rokhmat Labib mungkin tak pernah tahu keluhan yang disampaikan Dedi. Seperti pemerintah, Dedi juga menganggap apa yang disampaikan HTI adalah kegiatan politik, bukan dakwah. Dan itu sebabnya, setelah setahun menjalani ia memilih meninggalkan organisasi itu dan tak tertarik untuk bergabung lagi.

img_title Wakil Dekan Unpad Eks HTI Dicopot, Pakar: Ada Logika Nggak Nyambung

"Masalah kesejahteraan dan kemiskinan adalah hal yang harus ditanggulangi. Ketimbang sibuk bermimpi menegakkan khilafah, mungkin lebih baik HTI berbuat nyata dulu buat umat dan membuat umat menjadi sejahtera," ujarnya. (umi)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary

Kombes Ade Ary Ungkap Peran Pelaku Pembubaran Diskusi Refly Harun Cs yang Baru Ditangkap

Polisi menangkap lagi satu pelaku pembubaran paksa diskusi yang digelar di Kemang, Jakarta Selatan.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut