SOROT 450

Menata Kota Tua Jakarta

Kawasan kota tua, Jakarta. Lokasi penjambretan Dirjen PUPR.
Sumber :
  • ANTARA/Andika Wahyu

VIVA.co.id – Sore itu wajah lalu lintas kota Jakarta ramai seperti biasa, kepadatan jalan raya yang dipenuhi kendaraan roda empat dan dua menjadi pemandangan yang tak terelakkan di sekitar Stasiun Kota yang berada di kawasan Kota Tua.

img_title Libur Panjang, Pengunjung Kota Tua Capai Dua Ribu Lebih

Bangunan peninggalan kolonial Belanda ratusan tahun lalu itu tampak berdiri kukuh di antara deretan bangunan lain yang penuh dengan lamuran lumut, menutupi warna cat tembok bangunan yang berada di sebelahnya. Bergeser 500 meter ke arah utara Stasiun Kota, terdapat sejumlah bangunan tua yang juga berdiri megah bertuliskan 'Gouverneurs Kantoor' yang menggambarkan pusat pemerintahan Batavia di zaman Belanda dahulu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kantor Gubernur Batavia yang saat ini dikenal dengan nama Museum Sejarah atau Museum Fatahilah itu dikelilingi oleh sejumlah gedung tua berwarna putih yang kini menjadi objek wisata Kota Tua, di antaranya Gedung Museum Seni dan Keramik, Gedung Kantor Pos Indonesia, Gedung Museum Wayang, Gedung Museum Bank Mandiri dan Gedung Museum Bank Indonesia.

img_title Detik-detik Mengheningkan Cipta Bersama Ratusan Warga di Kota Tua

Sinar mentari perlahan mulai memudar. Petang pun datang diiringi sinar rembulan menyinari halaman Kota Tua yang luasnya dua kali lipat lapangan sepak bola. Semakin gelap langit ibu kota, pemandangan Kota Tua pun semakin ramai didatangi para pengunjung yang ingin melepas kepenatan usai melakukan aktivitas sehari-hari. Sangat nampak perubahan wajah Kota Tua saat ini jika dibandingkan dua tahun silam. 

sorot kota - Musium Fatahillah di kawasan Kota Tua Jakarta tahun 2008

img_title Rencana Wagub Riza Jadikan Kota Tua Wisata Sejarah Dunia

Bangunan Museum Fatahillah yang berada di kawasan kota tua Jakarta. (VIVA.co.id/Maryadie)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Latar gedung Gouverneurs Kantoor yang saat ini disebut Museum Fatahilah, kini sudah bersih dari lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) yang beberapa tahun lalu memenuhi halaman gedung. Tidak sedikit warga Jakarta menikmati indahnya suasana malam di tengah bangunan tua yang memiliki nilai sejarah di pusat Jakarta itu.

Duduk-duduk di lantai batu pualam yang berada di tengah-tengah deretan bangunan peninggalan kolonial Belanda pun menjadi pilihan para pengunjung yang ingin menikmati suasana malam kota Jakarta. Tidak sedikit dari pasangan muda mudi menjadikan gedung-gedung tua itu sebagai spot untuk ber-swafoto dan mengunggahnya di media sosial. [Baca juga: Kota yang Tak Lagi Tua]

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut