- VIVA.co.id/Purna Karyanto
MPV merupakan kendaraan multiguna. MPV adalah klasifikasi mobil "multifungsi" yang dapat digunakan sebagai pengangkut penumpang sekaligus kendaraan pembawa barang. Kendaraan bertipe ini cenderung memiliki klasifikasi "minibus" (bus kecil) dilihat dari bentuknya.
Produksi kendaraan yang bertipe MPV biasanya terdapat dua varian yaitu untuk membawa penumpang (dengan kursi penumpang belakang) dan untuk membawa kargo (tanpa jendela dan kursi penumpang belakang), yang hanya dikhususkan untuk membawa barang.
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, mengatakan, masyarakat Indonesia memang cukup unik. Mereka memiliki preferensi produk mobil berbeda dengan selera masyarakat dunia. Apabila tren global mengarah ke model sedan dan Sport Utility Vehicle (SUV), masyarakat justru memfavoritkan mobil MPV untuk segala kebutuhan.
"Pasar kita memang unik. Tren permintaan domestik masih lebih banyak meminati MPV. Tren ini masih akan terjadi dua sampai tiga tahun ke depan," ujar Kukuh Kumara.
Ada satu faktor pendukung mengapa MPV dapat menjadi idola jamak masyarakat. Kata Kukuh, selain dapat memuat lebih banyak penumpang hingga tujuh orang, struktur pajak MPV beda dengan jenis sedan yang merupakan primadona di pasar global. Mobil sedan dikenakan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) hingga 30 persen, sedang MPV hanya 10 persen.
Selanjutnya, Sejarah Panjang
Sejarah Panjang
Hegemoni mobil keluarga di Indonesia rupanya tak terlepas dari sejarah panjang kiprah mobil Jepang di Tanah Air. Mobil-mobil dari Negeri Sakura tercatat mulai masuk ke Indonesia pada 1960 dalam jumlah terbatas. Sebarannya di beberapa kota besar.
Berdasarkan keterangan James Luhulima dalam "Sejarah Mobil dan Kisah Kehadiran Mobil di Negeri Ini (2012)", saat pertama kali masuk ke Tanah Air, mobil Jepang menuai banyak ejekan. Banyak masyarakat yang tak percaya dengan kualitas mobil-mobil Jepang.
Mereka lebih percaya mobil-mobil racikan Eropa dan Amerika yang sudah menemani aktivitas masyarakat selama puluhan tahun.
Mobil-mobil Eropa dan Amerika terkenal berbodi kokoh, sedangkan buatan Jepang dianggap ringkih karena dibalut pelat bodi tipis. “Mereka menyebut bodi mobil Jepang yang tipis itu terbuat dari blek atau kaleng kerupuk yang menggunakan seng sebagai bahan dasar,” kata James Luhulima dalam bukunya.