- VIVA.co.id/ Eko Priliawito
Di sisi lain, harga promo umrah murah yang ditawarkan First Travel kepada masyarakat juga tidak masuk akal.Â
Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji, Baluki Ahmad, tegas mengatakan bahwa promo harga umrah murah First Travel hanya tipu-tipu. Menurutnya, First Travel tak memiliki perjanjian kontrak dengan perusahaan yang mengakomodasi jemaahnya selama di Mekah dan Madinah.
Di samping itu, biaya umrah yang dianggarkan First Travel sebesar Rp14,3 juta juga tidak masuk akal. Dengan biaya sebesar itu tidak memungkinkan untuk mendapatkan fasilitas umrah.Â
"Ongkos umrah sangat tidak wajar, di bawah standar. Kalau dibilang dia enggak nipu, saya bilang dia (FT) penipu," kata Baluki di acara Indonesia Lawyers Club, Selasa, 22 Agustus 2017.
Direktur PT Hazz Haromain El Fouz, sebuah biro perjalanan umrah dan haji khusus, Mochammad Heru Budianto juga mempertanyakan harga Rp14,3 juta untuk sebuah perjalanan umrah. Padahal, Kementerian Agama pada 2015-2016 telah memberikan standardisasi harga perjalanan umrah reguler di angka minimal US$1.550 atau berkisar Rp21 juta per jemaah.Â
"Angka Rp14,3 juta cukup buat pesawat sama visa saja, belum hotel sama jasa Muthowif. Harusnya, dengan harga segitu (Rp14,3 juta), jemaah sudah melek mata kalau itu enggak mungkin," kata Heru kepada VIVA.co.id, Kamis, 24 Agustus 2017.
Ada tiga titik poin krusial dalam penyelenggaraan umrah yang harus dilakukan pihak travel, setelah menerima setoran dana dari jemaah. Pertama, biaya tiket pesawat, Kedua visa, ketiga soal Land Arrangement (LA) atau terkait dengan akomodasi di Arab Saudi.Â
"Kalau tiga ini sudah aman, Insya Allah enggak ada yang namanya gagal berangkat," ujarnya.
Dalam kasus First Travel, Heru menyoroti adanya pengelolaan uang jemaah umrah oleh First Travel yang tidak transparan. Karena, sepanjang uang jemaah murni dipergunakan untuk keperluan jemaah, maka dijamin tidak akan ada masalah. Sebaliknya, masalah akan muncul jika dana setoran jemaah diputar untuk kepentingan lain, tidak murni untuk kepentingan jemaah.Â
"Ibaratnya, tinggal nunggu bom waktu saja," kata Heru.
Selanjutnya, Pertumbuhan Travel Umrah