- VIVA.co.id/ Eko Priliawito
"Karena visa itu bisa diselesaikan dalam waktu empat hari paling cepat, jadi empat hari sudah bisa keluar itu visa umrah, asal sudah membayar tiket dan paketnya," ujar Muharom.
Jadi, dia menambahkan, sebenarnya tidak ada alasan umrah itu ditunda dalam waktu yang lama apalagi kalau sampai bertahun-tahun.
Untuk mendirikan sebuah perusahaan travel haji dan umrah ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Antara lain, syarat umumnya memiliki izin usaha, susunan pengurus perusahaan, akta notaris, surat domisili perusahaan, nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan laporan keuangan perusahaan yang diaudit akuntan publik.
Sementara itu, untuk khususnya, biro perusahaan travel umrah dan haji itu harus memiliki izin perusahaan Badan Perjalanan Wisata (BPW) dari Kementerian Pariwisata. Kemudian, untuk mendapat izin Perusahaan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dari Kemenag, travel tersebut harus memiliki pengalaman minimal dua tahun mengadakan perjalanan wisata di dalam maupun luar negeri.Â
Selain itu, memiliki kemampuan teknis untuk menjalankan ibadah umrah, baik sumber daya manusia, sarana, dan prasarana. Travel tersebut harus memiliki mitra biro perjalanan umrah di Arab Saudi yang juga sudah mempunyai izin dari pemerintah Arab Saudi.Â
Mereka juga harus mempunyai kemampuan finansial untuk menyelenggarakan ibadah umrah yang dibuktikan jaminan bank, sebesar Rp300 juta, yang disimpan di Kementerian Agama.
Dan, untuk biro perjalanan umrah izinnya pun hanya tiga tahun, dan tiga tahun berikutnya harus diperpanjang lagi. Setiap kali memperpanjang, travel tersebut harus menyerahkan dana jaminan sekitar Rp300 juta.
"Jadi, untuk menjadi BPW ke PPIU itu syaratnya tidak murah dan tidak mudah, selain menyerahkan uang jaminan itu, syaratnya harus diverifikasi dulu oleh Kemenag, kantornya seperti apa? Keuangannya bagaimana? Punya kendaraan operasional atau tidak? ada staf atau tidak? dan lain sebagainya," tutur Muharom.
Dari sisi bisnis, Mochammad Heru Budianto, menuturkan bahwa keuntungan dari bisnis travel ini cukup menjanjikan. Kendati demikian, ia menolak jika bisnis travel umrah yang digelutinya saat ini hanya mencari keuntungan semata.
Menurut dia, dengan biaya Rp23 juta per jemaah, untuk paket umrah reguler sembilan hari yang ditawarkan PT Hazz Haromain, Heru mengaku keuntungan yang diperolehnya sudah cukup untuk operasional dan gaji pegawai. Ia menolak merinci besaran keuntungan, karena tiap-tiap periode keberangkatan jumlah jemaahnya berbeda-beda.