- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Invasi bisnis produsen asal China itu sudah ditandai dengan guyuran investasi lebih dari Rp9 triliun untuk membangun markas di Cikarang. Langkahnya bahkan jauh lebih progresif ketimbang pemain mobil sekaliber Korea Selatan yang masih mengandalkan impor, sekalipun sudah hadir selama lebih dari dua dekade.
Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani, mengaku sebelum masuk Indonesia sudah melakukan riset mendalam mengenai masyarakat Indonesia. “Kami memahami bahwa masyarakat Indonesia sangat memegang nilai kekeluargaan dan mereka selalu mendahulukan kebersamaan keluarga, itulah yang menjadi salah satu latar belakang mengapa kami hadirkan MPV di Tanah Air," kata Dian. [Lihat: Infografik Membunuh atau Terbunuh]
Selanjutnya, Membunuh atau Terbunuh
Membunuh atau Terbunuh
Ada yang menarik jika melihat manuver berbagai produsen otomotif yang selama ini berada di posisi pinggir untuk menjadi pertama di kelas Low MPV. Tantangan besar pernah dilontarkan Suzuki melalui Ertiga pada 2012 lalu. Untuk mencuri perhatian, saat itu Ertiga ditawarkan dengan fitur dan kenyamanan yang lengkap. Kelahirannya memang sempat membuat waswas Toyota, namun sayang 'bulan madu' itu tak berlangsung lama.
Di awal kemunculan, Ertiga sempat menggeser Avanza dan Xenia dalam hal volume penjualan, namun hanya terjadi dalam beberapa bulan saja. Selanjutnya kembali melorot di urutan ketiga. Fakta ini terkonfirmasi dari data pasar yang dilansir Gaikindo.
Data menunjukkan, sejak 2010 hingga 2017, Avanza tetap yang teratas dalam penjualan otomotif jenis low MPV. Setiap bulan kendaraan produksi usaha patungan Jepang-Indonesia tercatat mampu menjual rata-rata 10.000-an unit. Baru disusul Xenia 3.000-an unit, Suzuki Ertiga 2.800-an unit, dan lainnya.
Meski demikian, kini Suzuki mengaku dalam tahap penjualan yang stabil. Walau mengakui pasar Low MPV ke depan bakal makin sengit. Suzuki optimistis Ertiga tetap menjadi salah satu pilihan pemburu mobil multi guna level bawah di Indonesia.
"Persaingan makin tinggi karena ada LCGC tiga baris dan produk-produk baru yang baru diperkenalkan kompetitor,” kata Direktur Marketing Roda Empat PT Suzuki Indomobil Sales Dony Saputra. Karenanya, Suzuki memusatkan strategi pada kepuasan pelanggan.