SOROT 474

Kembali ke Indonesia Raya Tiga Stanza

Pemain musik bersiap mengiringi paduan suara sebelum proses perekaman ulang lagu Indonesia Raya di Lokananta, Solo, Jawa Tengah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

"Musik itu energinya luar biasa, alat, tools yang bisa gerakin, bisa nyentuh sensor langsung tiap orang. Ngomong lagu keseluruhan, rangkaian notasi, melodi, mayoritas itu punya ikatan kuat dengan area yang memang merekam musik dengan kuat, tidak hanya di otak, tapi di hati dan jiwa," ujarnya.

img_title Sejarah Lagu Indonesia Raya: Penuh Doa dan Dibuat 3 Stanza

Hal tersebut diamini musisi sekaligus pengamat musik Bens Leo. Ia menuturkan bahwa stanza dua dan tiga adalah 'pendalaman' dari stanza satu Indonesia Raya. Bens juga mengatakan, dalam dua stanza itu benar-benar tergambar bagaimana cara kita mencintai negara, ikut berjuang untuk mencapai dan sekarang mengisi kemerdekaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Lagu Indonesia Raya tiga stanza mengandung pesan cinta Indonesia, dan penulisan lagu itu untuk dibawakan pertama kali pada Kongres Pemuda Kedua tahun 1928 adalah bentuk spirit cinta Tanah Air dengan keinginan pemuda untuk merdeka," kata dia.

img_title Kacau, Lagu Indonesia Raya Dipotong saat Timnas Basket Berlaga

Sorot Kebangsaan Indonesia - NKRI - Kesatuan Bangsa - Lagu Indonesia raya

Penyanyi Kikan menghibur penonton saat acara peringatan Pekan Pancasila di Jakarta, membawakan sejumlah lagu kebangsaan Indonesia. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

img_title 10 Lagu Kemerdekaan yang Bisa Meningkatkan Jiwa Nasionalisme

Tak hanya dari kalangan musisi, masyarakat pun juga turut memberikan respons positif. Irwan Alyani, Guru SMP YAPAN Indonesia, Sawangan Depok, Jawa Barat mengaku setuju pemerintah menggaungkan kembali tiga stanza Indonesia Raya, agar rakyat tergugah dengan lirik yang lebih mendalam tentang identitas bangsa.

"Dalam liriknya menjelaskan banyak tentang ajakan sebagai bangsa, nasionalis untuk selalu mencintai, melindungi tanah kelahiran kita, Indonesia," ucapnya.

Ronald, seorang karyawan swasta juga mengatakan bahwa dulu semasa masih duduk di bangku SD, SMP dan SMA, ia hanya menyanyikan lagu Indonesia Raya satu stanza. Padahal, setelah mengetahui, lirik lagunya yang utuh punya makna yang jauh lebih dalam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi masih banyak yang tidak hafal semua. Saya saja yang hafal cuma yang lama saja (satu stanza). Mungkin kalau ada acara atau upacara perlu ditampilkan teks di layar khusus untuk beradaptasi," kata pria asal Depok berusia 30 tahun itu.

Nafisco, warga Cipete, Jakarta Selatan juga mendukung sosialisasi Indonesia Raya tiga stanza. "Ajarilah kepada kids zaman now. Terus diaplikasikan. Sering-sering diputar di TV, radio, di mana-mana. Diaransemen ulang dengan genre kekinian," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut