Bedil Perampas Jiwa

Petugas kepolisian menunjukan barang bukti sabu-sabu dan senjata api jenis revolver di Polres Metropolitan Tangerang Kota, Tangerang, Banten
Petugas kepolisian menunjukan barang bukti sabu-sabu dan senjata api jenis revolver di Polres Metropolitan Tangerang Kota, Tangerang, Banten
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

VIVA – Dokter Ryan Helmi terus menundukkan kepalanya. Dia menutupi wajahnya dengan baju tahanan berwarna oranye. Tersangka kasus pembunuhan terhadap dokter Lety Sultri itu dijaga ketat sejumlah polisi. 

Hari itu, Senin, 13 November 2017, Helmi menjalani prarekonstruksi pembunuhan terhadap Lety yang tak lain istrinya sendiri. Ada 23 adegan yang diperagakan dokter bidang kecantikan itu. Dimulai dari dia memesan ojek online hingga menembak korban.

Penembakan terjadi di Klinik Azzahra Medical Centre, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Kamis, 9 November 2017. Kejadian bermula ketika Helmi mendatangi Lety di tempat praktiknya tersebut. 

Helmi hendak berbicara empat mata dengan istrinya, terkait rencana perceraian mereka yang akan diputus pengadilan pada November 2017. “Tetapi korban tidak mau dan akhirnya pelaku mengeluarkan senjata dari tas," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, Jumat, 10 November 2017. (Baca juga: Teror Senjata Api)

Melihat itu, Lety pun langsung berteriak dan berlari ke ruangan administrasi klinik. Dia mengunci pintu ruangan tersebut. Sementara itu, Helmi yang kalap berusaha menendang dan merusak pintu. 

Namun, dia tak berhasil mendobrak pintu. Dia lantas menuju ke tempat loket yang ada di ruang administrasi. Melalui lubang loket itu, pelaku menembak korban. (Baca juga: Petaka di Negeri Bebas Senjata)

Klinik tempat dokter Lety ditembak mati suaminya, dokter Ryan Helmi.