SOROT 479

Wabah Dunia dan Gerakan Antivaksin

Pemberian Vaksin Campak Rubella
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra

Gerakan Antivaksin Eropa

img_title Dasco Telepon Menkes Budi, Minta Kasus Campak di Sumenep Segera Ditangani

Eropa juga dibuat repot dengan merebaknya wabah campak. Pada 2016 tercatat ada 35 kasus kematian yang diakibatkan wabah campak. Yang paling parah melanda Rumania, laporan BBC menyebutkan, ada 34.000 kasus campak di Rumania dan 31 warganya meninggal karena penyakit menular tersebut. Selain Rumania, pada Juni tahun lalu, ada dua kasus kematian dikaitkan dengan wabah campak terjadi di Italia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu korban meninggal akibat campak di Negeri Menara Pisa ini masih berusia 6 tahun. Wabah yang sama juga ditemui di Jerman, Portugal dan lainnya.

img_title Kabupaten Garut KLB Difteri, Ini Tanda Gejala dan Cara Pencegahannya

Dikutip dari Independent, data Badan Kesehatan Dunia menyebutkan pada awal Februari tahun lalu terjadi kenaikan tajam kasus campak. Sedikitnya ada 559 kasus di Eropa yang dilaporkan.

Untuk kasus campak di Italia, pejabat kesehatan negeri ini menyalahkan gencarnya kelompok antivaksin yang disebut Five Star Movement (M5S). Kelompok ini gencar mengampanyekan antivaksin dengan alasan vaksin akan berdampak pada autisme.

img_title 8 Mitos Vaksin di Balik Wabah Campak: Autisme hingga Konspirasi Barat

Data Kementerian Kesehatan Italia menunjukkan lebih dari 700 kasus campak telah dicatat per Maret 2017, angka itu naik dari 220 kasus sampai Maret 2016 atau seluruhnya ada 844 kasus campak sepanjang 2016.

Tren melonjaknya wabah campak di satu sisi diikuti dengan anjloknya vaksin kepada anak dua tahun. Data menunjukkan, proporsi anak dua tahun yang diberi vaksi pada 2013 mencapai 88 persen, kemudian menurun menjadi 86 persen (2016), 85,3 persen (2015). Persentase itu masih dibawah  ambang batas aman yang disarankan WHO, yakni 95 persen.

Vaksinasi atas balita.

Vaksinasi bayi dibawah lima tahun. (REUTERS/Janine Costa)

Penurunan vaksin pada anak ini dituding berkat suksesnya kampanye kelompok M5S. Kelompok ini mengambil seperempat suara dalam Pemilu Italia pada 2013.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meraih dukungan publik, M5S makin berani. Pada 2015, mereka mengajukan rancangan undang-undang yang melawan vaksin. M5S mengakitkan vaksin dengan penyakit khusus misalnya leukimia, keracunan, peradangan, mutasi genetik yang diwariskan, kanker, alergi, autisme dan immunodepression.

Menariknya daerah yang menjadi kantung wabah campak di Italia merupakan daerah konstituen M5S. Sebagian besar, wabah campak terkonsentasi di area kaya di Piedmont, Lazio, Tuscany dan Lombardy.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut