- ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra
Beberapa dokter di daerah kaya ini secara aktif mendorong orangtua untuk tidak menyuntikkan vaksin kepada buah hatinya. Turin di Piedmont dan Lazio merupakan daerah lumbung suara M5S dalam pemilihan wali kota dari M5S pada Juni lalu.
Para orangtua di Italia yang tidak memberi vaksin MMR pada anak mereka, blak-blakan melakukannya karena mendapat pengaruh dari kelompok antivaksin. M5S selalu mendengungkan campak adalah hal yang normal dan penangannnya mereka berdalih tak harus dengan suntikan vaksin.
Orangtua lainnya yang menolak vaksin yakin betul kaitan vaksin bisa menyebabkan autisme. Keyakinan itu makin menguat setelah ada sebuah kasus di pengadilan yang memutus seorang menyandang autisme lantaran karena vaksin.
Ibu dari anak kembar 16 tahun korban campak, Elettra De Marches mengaku memang menghindari vaksin. "Kedua anak saya menderita campak. Tapi ini penyakit yang bisa ditangani. Tak perlu suntikan, ini hanya tujuan komersial saja," ujarnya dikutip dari The Guardian.
Jelas saja, mewabahnya campak dan keyakinan soal dampak pada autisme membuat Menteri Kesehatan Italia, Beatrice Lorenzin angkat suara tegas. Menurutnya cara mengakhiri dan menekan wabah campak hanyalah dengan vaksin, tidak ada cara lain.
"Satu-satunya senjata yang kita hadapi untuk penyakit serius seperti campak adalah vaksinasi. Cukup dengan informasi palsu. Tak ada korelasi antara vaksin dan autisme," tegas sang menteri.
Merespons Lorenzin, kubu antivaksin meminta pemerintah harus jujur dan transparan dengan munculnya wabah campak itu, bukan melempar bola panas ke kubu antivaksin. Petinggi M5S di wilayah Umbria, Andrea Liberati menuturkan, peningkatan kasus campak secara nasional merupakan informasi yang membingungkan.
Liberati berdalih kelompoknya tidak sepenuhnya antivaksin. Mereka hanya meminta pemerintah transparan memberikan informasi.
"Orangtua sangat bingung dengan informasi yang kontradiktif. Jelas ada unsur komersial untuk ini (vaksin) dan kebutuhan perusahaan farmasi besar dalam menghasilkan uang," jelasnya.
Petinggi kelompok M5S yang lain, Laura Ferrara membantah kubunya melarang orangtua memvaksin anaknya. Ferrara menekankan mereka hanya mendesak orangtua selektif dan waspada dengan vaksin yang akan diberikan ke buah hati mereka.