- ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra
Sedangkan di Minnesota, pejabat kesehatan setempat menawarkan vaksin MMR untuk menghadang penyebaran virus campak. Vaksin diberikan pada anak dalam dua dosis yakni anak 12 bulan dan anak usia 4 sampai 6 tahun. Pejabat kesehatan di sana juga meminta anak yang tinggal di daerah mewabahnya campak untuk segera mendapatkan dosis kedua, paling tidak 28 hari setelah dosis pertama.
Mengeksekusi pencegahan wabah, semua anak keturunan Somalia di Minnesota menerima vaksin pertama pada awal April 2017. Penyedia layanan kesehatan di seluruh negara bagian ini turun tangan untuk merekomendasikan pemberian vaksin kedua lebih awal.
Pejabat kesehatan Minnesota merekomendasikan semua anak berumur 12 bulan dan lebih tua yang tak menerima vaksin MMR harus segera diberi vaksin pertama. Badan kesehatan tersebut juga meremendasikan orang dewasa yang lahir pada 1957 atau sesudahnya. Tidak hanya itu, warga yang belum menerima vaksin dan tak pernah terkena campak sekali pun, harus divaksin.
Gerak gesit dan kekhawatiran pemerintah negara bagian AS atas menyebarkan campak bukan tanpa alasan. Sebab campak bisa menyebar begitu cepat. Laman Vox menuliskan, dalam populasi tanpa imunisasi, satu orang terkena campak bisa menginfeksi 12 sampai 18 orang lainnya. Tingkat keganasan penularan campak ini lebih mengerikan dibanding virus Ebola, HIV, SARS.
Director of Infectious Disease Epidemiology, Prevention and Control Division Departemen Kesehatan Minnesota, Kristen Ehresmann mengatakan, campak adalah penyakit yang serius. "Anda bisa terkena pneumonia dan dehidrasi dan orang bisa mati karena campak. Jadi kami mengambil langkah yang serius," ujar Ehresmann.
Sedangkan Direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Infeksi Universitas Minnesota, Michael Osterholm membandingkan kengerian wabah campak ini dengan bencana kebakaran hutan. Campak bisa cepat menular layaknya jilatan api dalam kebakaran hutan, jika tidak segera ditangani dengan tepat. Campak menurutnya salah satu yang paling menular dari semua agen penyakit menular.
"Jika Anda mengalami wabah besar dari sebuah komunitas seperti orang Somalia-Amerika, percikan api terbang keluar dari api dan menyalakan api di sekitar negara bagian. Itulah yang kami khawatirkan," ujarnya.