SOROT 484

Pilkada Kotak Kosong, Salah Siapa?

Pilkada Pati, petahana melawan kotak kosong.
Sumber :
  • Repro data KPU

Menurutnya, perlu ada aturan yang lebih ramah kepada kader-kader partai antara lain pembatasan atribut dan saksi dibantu pemerintah. Selain itu sistem e-voting juga dinilai akan lebih memudahkan kader untuk maju di pilkada tanpa dibebani modal uang yang memberatkan.

img_title Menteri UMKM Maman Calon Tunggal Ketua Umum IKA Trisakti 2025–2029 Gantikan Silmy Karim?

"Ada hal lain, finansial. Kalau kaderisasi semua partai jalan. Yang menyedihkan ketika kami mengkader anggota partai untuk diterjunkan ya enggak ada dananya," kata dia lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Pareira juga membantah bahwa partainya gagal dalam hal kaderisasi. Dia juga tak setuju jika partai mengusung calon hanya berdasarkan kedekatan dengan figur-figur penting di partai tersebut.

img_title Hasil Pilkada Kota Banjarbaru Menangkan Calon Tunggal Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Andreas bahkan menilai, partai tak cari aman jika bersedia mengusung calon yang masih ada di lingkaran dinasti politik. Andreas mengatakan, satu hal yang diinginkan partai tak lain adalah kemenangan.

"Tapi ya pertimbangan utamanya adalah orang itu dianggap mampu untuk memenangkan pilkada itu dan itu juga melalui proses penjaringan," kata Andreas.

img_title Calon Tunggal Pilkada Banjarbaru Lisa-Wartono 31,46 %, Suara Tidak Sah 68,54 %

Dia melanjutkan, Partai Moncong Putih tak perlu diragukan dalam hal kaderisasi. Menurutnya, dari 171 pilkada tahun 2018, PDIP cukup banyak mengusung kader sendiri. Dia mengatakan, bukti jelas kaderisasi PDIP berjalan tak lain adalah Presiden Jokowi yang bisa memenangkan Pemilu. "Presiden sendiri itu muncul dari bawah," lanjutnya.

Senada, Wasekjen Partai Golkar Dave Laksono beranggapan bahwa tujuan kemenangan adalah pertimbangan prioritas partai di pilkada. Dia mengatakan, anggapan partai politik tak percaya diri dengan kadernya bukan alasan partai mengusung calon luar.

"Kami kan enggak mau mencalonkan orang yang tingkat  kemenangannya sulit atau pasti kalah. Apalagi sudah pasti kalah, siapa yang dicalonkan adalah orang yang kita perhitungkan pasti jadi," kata Dave.

Merespons berbagai tudingan ke partai politik yang dinilai terkesan lepas tanggung jawab menyiapkan calon pemimpin, PAN tak sepenuhnya sepakat. Wakil Ketua Umum PAN, Hanafi Rais saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta mengatakan partainya tak segan-segan memajukan calon yang dianggap mumpuni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sorot Pilkada 2018 - Sulawesi Tenggara Asrun Hugua

Bakal Calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Asrun (kanan) dan Huqua (kiri) berada di Kantor KPU Sulawesi Tenggara saat mendaftarkan diri untuk maju pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara tahun 2018, di Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA FOTO/Jojon)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut