- Repro data KPU
Di samping dua hal tersebut, Adi melanjutkan catatannya yang menunjukkan bahwa parpol memang tak punya itikad menghempang munculnya calon tunggal. Apalagi dalam kasus-kasus tertentu terdapat paslon tunggal yang sanggup memborong dukungan seluruh partai yang jelas-jelas memiliki platform berbeda.
Menurutnya, pilkada yang hanya satu putaran juga menjadi faktor parpol tak terlalu mau berkeringat menggerakkan mesin partai memenangkan kader internal.
Â
Pada akhirnya kata dia, yang diinginkan partai adalah mendapatkan jatah dari kekuasaan. Mereka masuk perkongsian politik dengan meniadakan persaingan alih-alih menjaganya. Dalam praktik calon tunggal borong partai, rasanya sangat sulit meyakini sebuah alasan logis bahwa hal itu dilakukan partai-partai politik demi kemaslahatan masyarakat. (umi)