Motor Injeksi di India Justru Tak Laku

All New Honda BeAT Injeksi. Ilustrasi.
Sumber :
  • VIVAnews/Herdi Muhardi
VIVAnews
Bank Mandiri Perkuat Kemitraan dengan Lippo Group Menuju Visi Indonesia Emas 2045
- Produsen sepeda motor nasional ramai-ramai melakukan migrasi dari sistem bahan bakar karburator ke injeksi. Motor injeksi pun mulai populer di Tanah Air. Irit bensin menjadi salah satu alasan utamanya.

Relawan Bakti BUMN – PNM, Menumbuhkan Asa di Desa Nepal Van Java

Tak hal itu justru berbanding terbalik di India. Masyarakat di sana justru "alergi" dengan motor injeksi. Alhasil, motor tipe itu sepi peminat.
TNI Gadungan Diringkus saat Kawal Minyak Ilegal, Mengaku Intel Kodim Jambi


Bahkan, dilaporkan
Motorbeam
, Kamis 28 Februari 2013, produsen motor asal Jepang, Honda terpaksa "mematikan" salah satu varian CBF Stunner 125 PGM-FI (sistem injeksi Honda).


Padahal saat awal peluncuran motor tersebut 2009 lalu, Honda yakin motor itu bakal laris manis lantaran mengadopsi teknologi sistem injeksi muktahir.


Namun fakta di lapangan berbeda. Konsumen malah tidak tertarik membeli motor tersebut karena menilai tidak banyak perbedaan antara versi karburator dan injeksi dalam hal konsumsi BBM.


Ternyata Honda tidak sendiri, sebelumnya Bajaj dan TVS sama-sama menghentikan produksi varian motor injeksinya. Bajaj menghentikan produksi Pulsar 220 DTS-Fi sementara TVS dengan Apache RTR 160 FI. (eh)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya