Wawancara Ananda Sukarlan

Memapankan Identitas Musik Klasik Indonesia

Ananda Sukarlan
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Anda sudah turun langsung ke mana saja?

img_title Mengulik Sukses Konser Klasik Bon Voyage di Jakarta

Saya baru ke Sulawesi Selatan, Makassar. Di Bali saya dengar beberapa gamelan bumbung, jadi bukan gamelan yang ada di hotel. Sampai saat ini baru itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ananda Sukarlan

img_title Komponis Ananda Sukarlan Jadi WNI Pertama yang Dapat Penghargaan dari Kerajaan Spanyol

Secara garis besar apa yang bisa Anda simpulkan?

Bahwa dari musik daerah itu kita punya kekayaan budaya yang menunjukkan nilai seni yang tinggi dari musik Indonesia. Karena seni itu banyak orang enggak mengerti bagaimana caranya menjadikan pilar ekonomi bangsa. Orang selalu berpikir infrastruktur dan tambang, yang tentu saja memang sangat penting, tapi seni dan seni rakyat itu penting juga dan bisa mendatangkan banyak uang ke negara.

img_title Pemprov DKI Rayakan HUT Taman Ismail Marzuki ke-55, Ada Pertunjukan Musik dan Teater

Kalau kita lihat kota di Austria, namanya Salzburg, orang enggak akan tahu Salzburg itu apa kalau enggak ada Mozart di sana. Ada suatu musik orang enggak akan tahu kalau Mozart enggak angkat. Dan Salzburg itu kota turisme yang menarik karena ada Mozart-nya. Di Indonesia dengan ada gunung meletus, tsunami, kita baru mengeksploitasi wisata dari keindahan alamnya, tapi belum dari nilai budayanya, itu yang menurut saya, pemerintah bisa lebih mengeksploitasi.

Produk seni itu seperti etalasenya buat negara. Jadi kalau negara itu toko, turisme itu etalasenya. Itu yang memperkenalkan negara kita. Negara kita mungkin ekonominya oke, tapi orang enggak akan datang ke Indonesia cuma karena ekonominya oke tapi karena produksi seninya indah, dan itu enggak hanya musik, lukisan, tarian, dan kita punya hal-hal itu yang enggak dipunya negara lain. Ada wayang, gamelan, itu sangat unik dan masih banyak lagi.  

Itu harus kita patenkan, itu harus kita kemas. Jangan kita punya produk mentahnya nanti dikemas oleh orang lain. Sama seperti kopi, kita hanya mengekspor yang mentah, kemudian diproses oleh luar negeri jadi capucino, padahal itu dari sini, masuk sini dihargai berkali-kali lipat. Makanya budaya dan seni itu harus bisa kita proses.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anda sering menampilkan keberagaman dalam karya Anda, seberapa penting itu buat Anda?

Penting banget karena identitas kita keberagaman. Enggak ada negara yang punya keberagaman seperti Indonesia. Kalau ke Spanyol, semua bicara bahasa Spanyol, cara berpikir dan budaya sama. Indonesia sangat berbeda dan itu yang bikin kita jadi bangsa yang unik, yang berbeda dari bangsa yang lain dan dari nenek moyang kita sudah begitu.  

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut