Hoax Kini Dianggap Teror
- PeopleOnline
VIVA - Peredaran berita hoax atau kabar bohong makin meresahkan masyarakat di tanah air. Apalagi ditambah dengan situasi pemilu seperti sekarang ini.
Masih jelas diingatan publik saat aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet, mengaku dipukuli, dan dianaiaya orang di Bandung. Berita itu sukses membuat heboh masyarakat. Padahal saat itu, seluruh anak bangsa tengah mengalami duka yang mendalam akibat bencana gempa bumi dan tanah longsor di Palu.
Tapi, ternyata, berita bohong tidak berhenti di kasus Ratna (yang kini sudah bergulir di pengadilan). Seiring berjalannya waktu, mendekati hari H pemungutan suara, muncul kabar-kabar bohong yang lain misalnya adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok.
Kasus itu juga tidak kalah hebohnya. Ketua dan para komisioner Komisi Pemilihan Umum sampai melaporkan kasus itu ke Bareskrim Polri. Belakangan, polisi sudah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.
Dalam situasi pemilu seperti saat ini, masalah berita bohong jelas merugikan tidak hanya para kontestan tetapi secara luas, seluruh rakyat Indonesia. Dikhawatirkan, maraknya berita tidak jelas, fitnah itu bisa mengganggu stabilitas keamanan nasional.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah tidak tinggal diam. Terbaru, melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, mereka memberikan 'definisi' baru terhadap berita hoax.
![]()
Menurut mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia itu, hoax adalah teror, karena sudah meneror psikologi masyarakat. Oleh karena itu, harus dihadapi sebagai ancaman teror.
"Segera kita atasi dengan cara-cara tegas, tapi bertumpu kepada hukum," kata Wiranto dalam konferensi video dengan aparat keamanan dan pertahanan seluruh Indonesia di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.
Wiranto menilai hoax sendiri terbilang ancaman yang baru muncul di sejumlah pemilu terakhir. Sebab, pada pemilu-pemilu sebelumnya justru tidak ada. Dia menegaskan bahwa ancaman itu berbahaya karena bisa lebih mudah mengubah sikap masyarakat semata-mata untuk kepentingan politik.
"Kita tahu bahwa saat ini, cukup marak hoax. Kita menghadapi ancaman baru yang pada pemilu-pemilu lalu tidak ada," tutur Wiranto.
Macam-macam Tangkap
Lebih lanjut, Wiranto meminta seluruh jajaran keamanan untuk tak ragu-ragu menindak setiap upaya yang terindikasi dapat membuat Pemilu 2019 kacau. Pemerintah menjamin cara apapun yang diperlukan untuk membuat pemilu berjalan lancar.