Meregang Nyawa di Arena Balap Liar
- Youtube
Selanjutnya --->>> Momok menakutkan
Momok Menakutkan
Meski memiliki dunianya sendiri, namun balap jalanan tetaplah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Mempertaruhkan nyawa demi hal sepele tentu membuat banyak pihak geleng-geleng kepala. Bukan hanya soal nyawa si joki, namun juga bakal jadi mimpi buruk masyarakat atau pengguna jalan di sekitar. Sebab balap liar biasanya menggunakan jalan yang seharusnya dipakai untuk umum.Â
Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto mengatakan, bahaya balap liar juga bukan hanya mengintai para jokinya saja, namun juga penonton yang berada di sekitar arena balap. Antara lintasan dan penonton juga tak ada separator, tidak seperti balap resmi yang biasa sudah dipasangi ban bekas.
“Makanya ini sangat berbahaya. Perlengkapan keselamatan yang digunakan juga sangat minim. Selain itu balapan di jalan umum tanpa izin, tentu saja berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan berlalu lintas," kata Edo kepada VIVA.co.id.
Untuk mengatasi momok soal balap jalanan ini, sebenarnya bukan hanya dibutuhkan peran dari aparat keamanan. Namun juga peran keluarga menjadi vital dalam menanamkan keselamatan berlalu lintas jalan. Keteladanan orangtua, kata dia, menjadi perajut kuat membangun kesadaran bahwa keselamatan sebagai prioritas utama saat berlalu lintas di jalan.
"Bila ini terbentuk, mampu mereduksi potensi tindakan anak-anak yang tidak tertib ketika berkendara di jalan raya, termasuk menggunakan jalan umum sebagai ajang balapan," katanya.
Di lain pihak, aparat kepolisian mengaku terus berupaya memberangus kegiatan balap liar yang terus menjamur di tengah masyarakat. Kegiatan razia dilakukan di berbagai wilayah yang dianggap menjadi titik favorit para pembalap liar beraksi. Polisi memang mengakui menemui sejumlah kesulitan meski patroli terus digalakkan.
"Razia sebenarnya sudah kita sering laksanakan. Namun, kadang hal ini hanya membuat mereka kabur dan berpindah lokasi balap liar," kata Kasie Kemitraan Subdit Diknas Ditkamsel Korlantas Polri AKBP Aldo Siahaan kepada VIVA.co.id.
Dalam melaksanakan razia balap jalanan, kata Aldo, petugas memang tak jarang mengambil tindakan tegas, salah satunya dengan melakukan pengejaran terhadap para pembalap liar. "Yang bahaya adalah, bila kami paksakan kejar, namun namanya pembalap itu kebanyakan masih remaja, jiwa labil, takut polisi, yang ada malah mereka semakin memacu kendaraannya, semakin nekat hingga tidak menutup kemungkinan malah akhirnya bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas," katanya. "Jika sudah begitu maka polisi lah yang dianggap bersalah," kata Aldo lagi.