Marcella Zalianty
7 Maret 1980 - Sekarang

Darah seni mengalir dari ibunya mendorong Marcella Zalianty terjun ke dunia hiburan. Ia mendapatkan popularitasnya lewat dunia peran dan meraih Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI).

Lahir di Jakarta pada 7 Maret 30 1980, Marcella adalah putri kandung dari aktris senior Tetty Liz Indriati. Marcella sendiri memiliki seorang adik perempuan Olivia Zalianty.

Dalam darahnya mengalir keturunan Tionghoa dan Batak, sejak kecil ia sudah tinggal dengan bersama sang ibu yang terkenal disiplin dalam mendidik anak-anaknya.

Marcella  mengaku awalnya tidak ingin mengikuti jejak sang bunda menekuni dunia hiburan tanah air yang sarat dengan unsur glamor. Dia mengaku cukup iba melihat sang ibu yang banting tulang syuting hingga larut malam setiap harinya sejak mereka kecil.

Meski begitu, ia juga akhirnya mengikuti jejak sang ibu. Cerita Cinta, sebuah produksi sinetron yang tayang di stasiun televisi Indosiar pada tahun 1999 adalah catatan debut Marcella Zalianty sebagai seorang aktris profesional. Berawal dari situ, aktingnya memikat Rudi Soedjarwo yang saat itu sedang membangun karier sebagai sutradara muda di tengah mati surinya perfilman nasional.

Bersama dengan sutradara Rudi Soedjarwo, Marcella Zalianty sempat bermain dalam dua film independen arahan sutradara plontos ini, antara lain Bintang Jatuh dan Tragedi, kedua film ini rilis di bioskop secara terbatas pada tahun 2000. Talentanya makin terasah saat sutradara muda lainnya Riri Riza memakai Marcella sebagai peran pembantu untuk film indie yang dia besut pada tahun 2002 Eliana, Eliana.

Kariernya saat itu, kalau tidak main film, Marcella main sinetron. Pada 2002, ia memerankan tokoh Sephia. Dalam sinetron Sephia ini, Marcella memerankan tokoh gadis yang kerap disebut sebagai "kekasih gelap" atau "pacar selingkuhan" yang diambil dari lagu band Sheila on 7.

Aktingnya sebagai gadis cantik yang periang dan cenderung memelas ini ikut mendongkrak popularitas Marcella. Bahkan bisa dikatakan dari sinilah, namanya mulai mendapatkan hati penonton sinetron Indonesia.

Sejak itu, ia langganan memainkan sejumlah peran. Baik di layar kaca maupun layar lebar. Berturut-turut, hadir akting Marcella Zalianty dalam banyak ragam jenis film, mulai dari horor, drama komedi, hingga drama psikologi. Walaupun tidak mencetak rekor yang luar biasa, rata-rata film yang dibintanginya mempertontonkan sisi akting Marcella.

Tiga tahun tahun kemudian, aktingnya dalam film Brownies menorehkan prestasi. Permainannya yang gemilang dalam drama Brownies arahan sutradara Hanung Bramantyo diganjar penghargaan Piala Citra sebagai Pemeran Utama wanita Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2005.

Saat itu Marcella yang berusia 25 tahun sukses mengalahkan para pesaingnya seperti Cornelia Agatha Dachlia yang bermain bagus sebagai junkie dalam Detik Terakhir dan Sigi Wimala yang baru pertama kali bermain layar lebar lewat Tentang Dia. Ia langsung masuk nominasi utama.

Selain Lia dan Sigi, Marcella juga sukses mengalahkan Laudya Cinthya Bella dan Anggie, keduanya dinominasikan atas permainan akting yang gemilang dalam drama Virgin.

Di saat perfilman nasional makin kondusif dan berkembang luas, Marcella pun membatasi diri untuk bermain film dengan kisah yang bagus, Marcella berakting gemilang dalam Denias, Senandung Di Atas Awan yang merupakan masterpiece dari John de Rantau. Sisi lain akting Marcella yang luar biasa semakin terasah saat dirinya diajak sutradara senior Garin Nugroho untuk ikut memperkuat Under The Tree yang kisahnya berat.

Medio akhir tahun 2008 sebuah berita mengejutkan datang dari aktris peraih Piala Citra Marcella Zalianty, gadis cantik ini dituduh melakukan penganiayaan pada Agung Setiawan, seorang desainer interior, di sebuah hotel di bilangan Wahid Hasyim, Jakarta.

Selain Marcella, teman dekatnya kakak beradik pembalap Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto terseret juga dalam kasus ini. Kasusnya sendiri merebak saat Agung yang diminta untuk mendesain kantor Marcella diputus secara sepihak kontraknya yang bernilai Rp 50 Juta. Entah apa alasan Agung tidak terpakai lagi oleh Marcella, yang jelas Agung ketika itu diwajibkan untuk mengembalikan kontrak senilai Rp 50 Juta.

Sayangnya, Agung yang sudah menerima Rp 50 Juta tidak memiliki uang sebesar Rp 50 Juta. Agung hanya dapat mengembalikan uang Rp 30 Juta dari Rp 50 Juta yang sudah disetor Marcella dan Ananda Mikola untuk mendesain kantor baru mereka di bilangan Cikini, Jakarta.

Kasus yang sempat membuat Marcella Zalianty masuk bui selama enam bulan ini karena tuduhan penganiayaan dan pelecehan seksual pada Agung akhirnya berakhir dengan putusan bebas untuk Marcella Zalianty dan Ananda Mikola pada 23 Juni 2009 oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sebelum kasus ini merebak, sebenarnya Marcella sedang merintis kareir menjadi seorang sutradara. Dia rencananya akan membesut Lastri, sebuah kisah tentang perjuangan perempuan yang mengambil latar peristiwa kelama pasca 1965.

Sayangnya belum apa-apa, proyek ini sudah menuai protes keras. Dikabarkan kalau film ini akan mengundang paham komunisme di wilayah yang bakal menjadi tempat syuting, "Lastri" pun terkatung-katung tanpa kejelasan.

Setelah bebas dari penjara, pada medio akhir bulan Desember 2009, wanita yang memiliki tinggi 172 cm ini sempat mengungkapkan dirinya mengaku masih belum ingin terjun kembali menjadi aktris film atau sinetron.

Marcella ternyata punya rencana lain. Pada tanggal 29 November 2010 Marcella menikah dengan Ananda Mikola. Dari pernikahannya ini mereka dikaruniai dua  orang anak, Kana Mahatma Soeprapto dan Aryton Magali Sastra Soeprapto.

Jiwa seninya yang mengalir dalam tubuhnya tetap mendorong Marcella kembali terjun ke dunia peran. Ia mulai bangkit kembali dengan bermain film layar lebar yaitu 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita (2010) dan Batas (2011).

Tak hanya merasakan kesibukannya sebagai artis, tapi Marcella juga terjun langsung ke organisasi artis. Pada tahun 2016, wanita yang menyukai puisi dalam negeri ini didaulat sebagai Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 1956.

Organisasi tersebut merupakan gerakan untuk mengembalikan marwah Parfi ke masa pembentukannya, yaitu pada tahun 1956. Karena pada 2016, Ketua tepilih Parfi Aa Gatot terlibat kasus narkoba. Marcella dengan keyakinan dan pengalamannya di dunia artis hadir untuk menyelamatkan komunitasnya dari korban gemerlapnya dunia artis. (LF/AA/DN) (Photo: VIVA.co.id/ Al Amin)


KELUARGA     
Suami           : Ananda Mikola
Anak            :  Kana Mahatma Soeprapto
                       Aryton Magali Sastra Soeprapto

KARIER
Filmografi
Bintang Jatuh (2000)
Tragedi (2001)
Eliana, Eliana (2002)
Tusuk Jelangkung (2003)
The Soul (2003)
Brownies (2005)
Missing (2005)
Belahan Jiwa (2005)
Denias, Senandung Diatas Awan (2006)
Under The Tree (2008)
Takut: Faces of Fear (2008) - Segmen Show Unit
Lastri (2009)
7 Hati 7 Cinta 7 Wanita (2010)
Batas (2011)

Sinetron
Cerita Cinta (Indosiar, 1999)
Sephia (SCTV, 2002)
Target Ciuman (SCTV, 2002)
Walau Laut Memisahkan Kita (RCTI, 2003)
Malam Pertama (SCTV, 2003)
Kapan Kita Pacaran Lagi (RCTI, 2005)
Kacamata Kaca (ANTV, 2006)
Menanti Surga (Astro, 2007)
Torrente (Venevision, 2008)
La Ex (Televisa, 2008)

FTV
Target Ciuman (FTV, SCTV, 2002)
Walau Laut Memisahkan Kita (FTV, SCTV, 2002)
Ibuku Andini (Layar Oke, RCTI, 2003)
Kacamata Kaca (I-Sinema, ANTV, 2006)

Iklan
ABC Juice
Wafer Stick Astor
Permen Karet Yosan
Nyam-Nyam
Dancing Pop
Pagoda Pastilles (1999)
Visine
Red A
Smile Up
Pantene
Fren Mobile 8
GIV
Ponds
Hemaviton Action
Pementasan Teater
Freakin' Crazy You, Eki Dance Company
Teater Populer, Antigone
Pementasan teater di Monako