Wawancara Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso

Target Kami #2019GantiParlemen

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Perlu anda ketahui, sekarang ini yang menghuni partai Berkarya itu bukan hanya mereka yang berasal dari tokoh-tokoh Partai Nasrep, Partai Beringin Karya, atau Golkar saja. Banyak berbagai tokoh yang memutuskan untuk hijrah dan bergabung ke partai ini. Kalau saya ditanya apa alasannya mereka pindah? Silakan nanti biar tokoh-tokoh itu saja yang menjelaskan alasannya.

img_title PAN Pasang Priyo Budi Santoso dan Kristina Rebut Kursi DPR RI dari Jateng

Siti Hediyati Hariyadi atau Titiek Soeharto (kanan) bersama Tommy Soeharto (kiri) berkumpul di Partai Berkarya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Siapa saja yang sekarang bergabung ke Partai Berkarya?

img_title Eks Sekjen Partai Tommy Soeharto Gabung PAN setelah Lima Kali Dirayu Zulkifli Hasan

Nanti kalau sudah selesai tahap daftar calon tetap, baru nanti kita akan publish. Dari Golkar sudah tentu banyak, dari Hanura banyak, dari PDI Perjuangan juga ada, dari Gerindra ada, dari PAN ada, PKB ada, PPP banyak.

PKS?

img_title Mantan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso Gabung PAN dan Jadi Caleg di Dapil IV Jateng

Nanti saya cek, saya harus cek ulang kalau itu.

Mereka bergabung di partai ini masuk ke dalam struktur organisasi atau masuk ke daftar caleg?

Caleg, sebagian caleg. Sebagian mereka masuk dengan membentuk lembaga-lembaga dan mereka menginginkan Ketua Dewan Pembina di lembaga itu adalah Mas Tommy Soeharto.

Kalau melihat Pilkada kemarin, bagaimana Anda melihat hasilnya, termasuk perolehan suara Partai Golkar?

Saya tertarik dengan pernyataan Pak SBY terkait netralitas aparat pada Pilkada kemarin. Saya kaget, dan menaruh hormat pada Pak SBY karena pernyataan ini penting dan merupakan warning bagi kita semua. Karena pernyataan itu disampaikan oleh mantan Presiden RI dua periode penuh yang kita semua tahu, beliau tentu masih memiliki jalur intelegen yang belum punah. Artinya, daya kesahihannya ada. Beliau merasa cemas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saya ingin menyampaikan juga kepada pemerintah, kalau seandainya itu benar. Kami wajib bertanya kepada pemerintah, karena sebentar lagi kami masuk ke dalam pemilihan legislatif. Saya wanti-wanti betul jika pemerintah melakukan yang tidak netral maka yang terjadi. adalah proses delegitimasi demokrasi. Karena akan mengaburkan pilar-pilar yang selama ini dibangun setelah reformasi.

Saya tidak ingin ketika pemerintahan sipil dipegang oleh Jokowi, justru merusak tatanan demokrasi kita. Karena saya melihatnya ini dinyatakan oleh mantan seorang presiden, jadi saya tidak melihat ini pernyataan seorang SBY ataupun sebagai seorang Ketua Umum Partai Demokrat, tapi sebagai seorang mantan presiden dua periode yang jalur intelegennya itu masih ada.  

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut