Target Kami #2019GantiParlemen
- VIVA/M Ali Wafa
Apa yang sebenarnya Anda rasakan sebelum memutuskan berpindah partai?
Peperangan batin saya terhadap situasi perpolitikan kita akhir-akhir ini dan situasi kebangsaan. Dalam pandangan saya, saya cukup bangga karena dibesarkan oleh Partai Golkar dan ikut membesarkan Partai Golkar. Tapi sikap politik Partai Golkar akhir-akhir ini telah mengalami reduksi yang luar biasa, tidak menunjukan diri sebagai partai gajah, yang mempunyai kaliber, yang dihormati ketika berpendapat.
Pada akhir-akhir sebelum saya memutuskan untuk hijrah, wah, peperangan batin saya itu sudah terjadi, dan sebenarnya saya sudah memberitahu kepada pimpinan partai, terakhir saya sampaikan kepada sahabat saya, Mas Airlangga Hartanto ketika beliau memimpin Partai Golkar. Saya sampaikan juga supaya anggota Fraksi Partai Golkar di parlemen agar diberikan ruang untuk menunjukan Partai Golkar itu partai kaya pemikiran, meskipun dia berada bersama pemerintah. Tidak semuanya harus yes sir, yes sir, dan seterusnya.
Partai Golkar yang tadinya sering memberikan alternatif-alternatif pemikiran, dan mempunyai kontribusi besar dalam memberikan solusi dalam masalah-masalah kebangsaan, pada akhirnya tergelosor, terjerungkup. Golkar jadi sunyi, tidak berbunyi untuk hal-hal yang semestinya dia terpanggil untuk memimpin memberikan pikiran, solusi berbagai masalah-masalah kebangsaan. Saya tidak tahu kenapa bisa begitu. Partai sebesar Golkar, remote controlnya seolah-olah tidak ada pada dirinya sendiri, telah berada pada tempat lain. Tempat lain yang betul-betul membuat saya miris adalah tempat lain yang kadernya di luar kekuatan berdikari Partai Golkar sendiri.
Keresahan itu Anda sampaikan?
Saya sampaikan ini ketika saya berdiskusi panjang dengan Pak Habibie, saya sampaikan juga ketika saya diskusi sama Bang Akbar Tanjung. Ternyata ini menarik hati kecil beliau berdua, beliau berdua juga sama melihat kondisi Golkar hari ini. Begitu juga ketika saya sampaikan kepada Bang Aburizal Bakrie, beliau juga mempunyai kecemasan yang sama, meskipun kadarnya tidak sama atau tidak semeledak saya. Begitu juga dengan beberapa teman-teman Golkar yang lain, termasuk organisasi-organisasi muda partai seperti MKGR, dan sebagainya.
Sepertinya terjadi situasi tak nyaman dalam diri Anda?