Wawancara Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso

Target Kami #2019GantiParlemen

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Sorot 20 tahun Reformasi - Presiden Soeharto umumkan pengunduran diri di Istana Negara pada 21 Mei 1998

img_title PAN Pasang Priyo Budi Santoso dan Kristina Rebut Kursi DPR RI dari Jateng

Apa sebenarnya Trilogi Pembangunan itu?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satu, pertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, supaya perekonomian kita bisa netes hingga ke bawah. Dua, ratakan dengan pembangunan nasional, dengan delapan pemerataan pembangunan ala Pak Harto. Dan ini yang penting, ketiga, pertahankan stabilitas keamanan nasional dan stabilitas politik yang mantap.

img_title Eks Sekjen Partai Tommy Soeharto Gabung PAN setelah Lima Kali Dirayu Zulkifli Hasan

Sekarang kita perhatikan terjadi pergesekan di mana-mana, saling lapor satu sama lain, pemimpin ini melaporkan itu, hari ini hoax itu, menipu ini, menipu itu, terus saja seperti itu, dan tidak selesai-selesai polemik di masyarakat. Dan itu merupakan pelajaran yang tidak baik bagi masyarakat kita. Hari ini bisa kita saksikan, masyarakat ksekarang ini mudah tersulut rasa amarahnya, hanya karena persoalan sepele. Dan sebagian besar karena tingkah pola pemimpin politik dan elit-elitnya yang disiarkan langsung secara besar-besaran melalui media Anda semua tentang pertikaian-pertikaian, dan apa pun itu.

Nilai sosial kita sekarang anjlok. Bangsa kita yang dulu dihormati karena ramah tamah, sopan santun, tenggang rasa, seolah-olah sekarang ini berubah menjadi bangsa yang pemarah. Dan sebagian itu adalah menjadi tanggung jawab para pemimpin yang bergesekan. Di sini saya sampaikan, di sini kami tawarkan stabilitas nasional yang mantap ala Pak Harto.

img_title Mantan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso Gabung PAN dan Jadi Caleg di Dapil IV Jateng

Artinya menurut Anda apakah hari ini seperti ada kerinduan dari masyarakat terhadap sosok Pak Harto?

Iya. Bukan hanya melihat, tapi merasakan. Mungkin bisa dibedakan melihat dan merasakan, dan saya merasakan itu.

Apakah kerinduan ini terhadap Pak Harto secara personal, Keluarga Cendana, atau sistem pemerintahan Orde Baru secara politik?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahualam. Tapi kemungkinan banyak orang yang merasakan, situasi hari ini kan bisa dikatakan seperti pancaroba nih. Waduh tidak karuan ini, gesekan sana, gesekan sini, lapor sana, lapor sini. Memori orang kemudian kembali lagi, “Masih Penak Zaman ku Toh...!”

Saya juga tidak ngerti siapa orang yang mengeluarkan slogan itu. Saya bahkan bertanya kepada keluarga Cendana, beliau-beliau itu tidak ada yang tahu siapa yang mencetuskan slogan itu. Sekarang ini sampai kita lagi mencari tahu siapa orang yang mencetuskan slogan itu. Dan itu sangat luar biasa, artinya kerinduan masyarakat kepada sosok almarhum itu dengan sendirinya tercipta.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut