Target Kami #2019GantiParlemen
- VIVA/M Ali Wafa
Artinya tidak menutup kemungkinan kalau misalnya Berkarya mempunyai akses untuk mencalonkan presiden akan mencalonkan capres sendiri dan itu bisa jadi dari Keluarga Cendana sendiri, begitu?
Iya, tapi tepatnya saya belum bisa menjawab itu sekarang, meskipun sebenarnya saya bisa menjawab itu. Tapi saya tidak mau berandai-andai, kita sekarang fokus pada ganti Parlemen, ganti Legislatif, itu target kita.
Sebagai partai baru, apakah Anda yakin partai Anda akan mampu bersaing dengan partai-partai besar lainnya sampai bisa memperoleh lima besar kursi parlemen?
Hidup ini kalau tanpa yakin seperti kita mati tanpa menghirup udara. Jadi kita harus terus yakin, dan Partai Berkarya tidak ada yang dikhawatirkan. Apa yang kita khawatirkan? Partai kita punya, dan partai kita sendiri. Tokoh kita ada, platform kita ada, jejaring infrastruktur partai kita meskipun partai baru, kita ada dan semua siap tempur. Logistik meskipun tidak jor-joran yaa ada lah kita.
Artinya Anda yakin untuk masuk ke tiga besar atau lima besar?
Kalau untuk lolos, optimis. Insya Allah, tapi kalau masuk tiga atau lima besar itu yang saya belum tahu dan akan kita kalkulasi ulang semuanya.
Bagaimana tanggapan Anda melihat situasi atau kondisi bangsa hari ini?
Ada keprihatinan yang mendalam yang kami catat dan kami diskusikan panjang di sini. Bapak Ketua Umum juga mendiskusikan banyak sekali dengan tokoh-tokoh, karena banyak tokoh yang sudah bertemu dengan beliau. Kalau anda menyebut satu persatu tokoh maupun calon-calon presiden yang Anda atau media sebut selama ini, hampir semua tokoh itu sudah bertemu dengan ketua umum kami secara personal.
Kita juga menerima keluhan berbagai gelombang dari masyarakat, kesimpulannya yang kita sedihkan sekarang adalah tentang situasi terakhir keadaan masyarakat kita yang berada dalam situasi pancaroba, gesekan sosial terjadi menganga, nilai-nilai keluhuran sudah mulai lusuh, bendera persatuan di beberapa tempat juga terancam.
Masyarakat sekarang menjadi gampang marah, nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong yang dulu diagung-agungkan pada zaman sebelumnya sekarang seolah-olah menjadi hal yang mulai luntur persaudaraan kita, dan ini terjadi secara masif.